Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Rusia Cetak Rekor Serangan ke Ukraina, 8.150 Drone dan 211 Rudal Digunakan dalam Sebulan, Kyiv Masih Bertahan

35
×

Rusia Cetak Rekor Serangan ke Ukraina, 8.150 Drone dan 211 Rudal Digunakan dalam Sebulan, Kyiv Masih Bertahan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Intensitas Serangan Naik 24 Persen pada Mei 2026, Ukraina Klaim Berhasil Cegat 91 Persen Serangan Udara Rusia

KYIV | Sentrapos.co.id

Perang Rusia-Ukraina kembali memasuki fase eskalasi yang mengkhawatirkan. Rusia dilaporkan mencatatkan rekor baru dengan melancarkan 8.150 serangan drone dan 211 rudal ke wilayah Ukraina sepanjang Mei 2026.

Data tersebut berdasarkan analisis terhadap laporan harian Angkatan Udara Ukraina yang menunjukkan bahwa jumlah serangan udara Rusia pada Mei menjadi yang tertinggi sejak invasi berskala penuh dimulai.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Jumlah serangan drone itu meningkat sekitar 24 persen dibandingkan April 2026, menandakan intensitas perang yang semakin meningkat meski berbagai upaya diplomasi terus dilakukan.

Selain ribuan drone, Rusia juga meluncurkan ratusan rudal ke berbagai wilayah strategis Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir.

“Mei 2026 menjadi salah satu periode dengan intensitas serangan udara tertinggi sejak konflik Rusia-Ukraina berlangsung, ditandai lonjakan penggunaan drone dan rudal dalam skala besar.”

Serangan-serangan tersebut menghantam sejumlah infrastruktur dan kawasan permukiman sipil, menyebabkan korban jiwa serta kerusakan yang signifikan di berbagai wilayah.

Laporan juga menyebut Rusia kembali mengerahkan rudal balistik generasi terbaru Oreshnik, yang untuk ketiga kalinya digunakan sejak perang berlangsung.

Ukraina Klaim Cegat 91 Persen Serangan, Namun Persediaan Menipis

Di tengah gempuran besar-besaran tersebut, sistem pertahanan udara Ukraina masih menunjukkan kemampuan yang relatif efektif.

Data militer Ukraina menyebut sekitar 91 persen drone dan rudal Rusia berhasil dicegat atau dinetralisir sebelum mencapai target utama.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pengembangan jaringan pertahanan udara nasional yang diperkuat sejak awal konflik.

“Keberhasilan mencegat sebagian besar serangan menunjukkan efektivitas sistem pertahanan udara Ukraina, terutama dalam menghadapi serangan drone jarak jauh.”

Meski demikian, tantangan besar masih dihadapi Kyiv, terutama dalam menghadapi rudal balistik dan rudal jelajah berkecepatan tinggi yang memerlukan sistem pertahanan canggih buatan Barat.

Pemerintah Ukraina berulang kali memperingatkan bahwa stok rudal pencegat dan amunisi pertahanan udara mulai menurun akibat tingginya intensitas serangan yang harus dihadapi setiap hari.

Konflik Timur Tengah Pengaruhi Dukungan Militer Barat

Situasi semakin kompleks karena perhatian Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat kini juga terbagi pada konflik yang berkembang di Timur Tengah.

Perang yang melibatkan sejumlah kekuatan regional membuat kebutuhan sistem pertahanan udara dan amunisi meningkat secara signifikan.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa pasokan militer untuk Ukraina dapat terdampak apabila prioritas strategis negara-negara pendukung berubah.

Para pejabat Ukraina mengingatkan bahwa keberlanjutan bantuan pertahanan Barat menjadi faktor penting dalam menjaga kemampuan mereka menghadapi serangan udara Rusia yang semakin intensif.

Upaya Perdamaian Masih Jalan di Tempat

Lonjakan serangan udara Rusia terjadi tidak lama setelah upaya gencatan senjata sementara yang sempat memunculkan harapan baru terhadap proses perdamaian.

Namun harapan tersebut kembali meredup setelah kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran dan meningkatkan operasi militer masing-masing.

Di sisi lain, dinamika politik global juga memengaruhi arah diplomasi konflik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya berjanji mendorong penyelesaian perang Rusia-Ukraina, namun hingga kini pembicaraan damai masih menemui jalan buntu karena perbedaan sikap terkait wilayah yang disengketakan.

“Mandeknya proses diplomasi dan meningkatnya intensitas serangan udara menunjukkan bahwa penyelesaian konflik Rusia-Ukraina masih menghadapi tantangan besar dalam waktu dekat.”

Dengan ribuan drone dan ratusan rudal yang diluncurkan hanya dalam satu bulan, Mei 2026 menjadi salah satu periode paling intens dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun tersebut. (*)

Poin Utama Berita

  • Rusia meluncurkan 8.150 drone dan 211 rudal ke Ukraina selama Mei 2026.
  • Jumlah serangan drone meningkat 24 persen dibandingkan April 2026.
  • Mei menjadi salah satu bulan dengan intensitas serangan tertinggi sejak perang dimulai.
  • Rusia kembali menggunakan rudal balistik terbaru Oreshnik.
  • Ukraina mengklaim berhasil mencegat sekitar 91 persen serangan udara Rusia.
  • Persediaan sistem pertahanan udara dan amunisi Ukraina mulai menipis.
  • Konflik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi fokus dan pasokan bantuan Barat.
  • Upaya diplomasi dan perdamaian antara Rusia-Ukraina masih mengalami kebuntuan.
  • Kyiv tetap bergantung pada dukungan militer negara-negara Barat.
  • Eskalasi konflik meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan global.