Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Donald Trump Berpeluang Muncul di Uang Pecahan USD 250, Bisa Jadi Presiden AS Pertama dalam 150 Tahun yang Dicetak Saat Masih Hidup

39
×

Donald Trump Berpeluang Muncul di Uang Pecahan USD 250, Bisa Jadi Presiden AS Pertama dalam 150 Tahun yang Dicetak Saat Masih Hidup

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengangkat artikel Washington Post tentang usulan uang kertas 250 dolar dengan potret Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Kamis (28/5/2026). Foto: Kent Nishimura
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengangkat artikel Washington Post tentang usulan uang kertas 250 dolar dengan potret Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Kamis (28/5/2026). Foto: Kent Nishimura
Example 468x60

Usulan pencetakan uang pecahan USD 250 bergambar Donald Trump memicu perdebatan politik dan hukum di Amerika Serikat. Jika disetujui Kongres, Trump akan mencetak sejarah baru dalam sistem mata uang AS.

Donald Trump Berpeluang Hiasi Uang Pecahan USD 250, Tuai Kontroversi di Amerika Serikat

WASHINGTON D.C. | Sentrapos.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan berpeluang menjadi sosok yang wajahnya dicetak pada uang pecahan baru USD 250. Wacana tersebut langsung memicu perhatian publik karena berpotensi mengubah tradisi panjang dalam sistem mata uang Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Laporan yang pertama kali diungkap oleh The Washington Post menyebutkan bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan langkah tersebut melalui perubahan regulasi yang selama ini melarang tokoh yang masih hidup ditampilkan pada mata uang resmi negara.

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa saat ini telah terdapat rancangan undang-undang di DPR maupun Senat yang membuka peluang bagi Donald Trump untuk tampil pada uang pecahan USD 250.

“Saat ini ada rancangan undang-undang di DPR dan Senat untuk mengubah aturan sehingga orang yang masih hidup, Donald J. Trump, dapat tampil di uang pecahan USD 250,” kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Menurut Bessent, pemerintah telah melakukan berbagai persiapan awal apabila Kongres nantinya menyetujui perubahan aturan tersebut. Namun demikian, seluruh proses tetap akan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

Desain awal yang beredar memperlihatkan potret Donald Trump di bagian depan uang pecahan USD 250 dengan tulisan “America 250 Anniversary”, yang merujuk pada peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2026.

Informasi yang berkembang juga menyebutkan bahwa dua pejabat Kementerian Keuangan yang ditunjuk Trump telah meminta Bureau of Engraving and Printing atau biro percetakan uang AS untuk menyiapkan prototipe desain uang tersebut.

Hambatan Hukum dan Kritik Politik

Meski demikian, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Sejumlah pegawai Bureau of Engraving and Printing mengungkapkan kekhawatiran karena usulan tersebut dinilai bertentangan dengan hukum federal yang selama ini melarang tokoh yang masih hidup dicetak pada mata uang Amerika Serikat.

Juru bicara Kementerian Keuangan AS menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan kajian dan perencanaan terhadap proposal tersebut. Hingga kini belum ada keputusan resmi terkait pencetakan uang baru sebelum Kongres memberikan persetujuan.

Di sisi lain, Direktur Bureau of Engraving and Printing, Patricia Solimene, dilaporkan sempat mengingatkan adanya berbagai hambatan hukum dan prosedural sebelum akhirnya dipindahkan dari jabatannya.

“Proposal ini masih memerlukan kajian hukum dan persetujuan legislatif sebelum dapat direalisasikan,” demikian pandangan yang berkembang di lingkungan biro percetakan uang AS.

Wacana pencetakan uang bergambar Donald Trump dinilai menjadi bagian dari langkah pemerintahan Trump yang semakin menonjolkan identitas pribadi presiden di berbagai institusi negara.

Sebelumnya, Komisi Seni Rupa Amerika Serikat telah menyetujui penerbitan koin emas peringatan 250 tahun AS berbahan emas 24 karat. Nama Trump juga mulai dikaitkan dengan sejumlah institusi budaya nasional, termasuk John F. Kennedy Center for the Performing Arts dan US Institute of Peace.

Selain itu, wajah Trump disebut telah muncul pada berbagai spanduk besar di sejumlah gedung pemerintahan federal dan bahkan dikabarkan akan ditampilkan dalam beberapa dokumen resmi negara.

Namun, kalangan Partai Demokrat menentang keras usulan tersebut. Senator Mark Warner menyebut gagasan mencetak wajah Trump di uang pecahan USD 250 sebagai bentuk upaya yang berlebihan untuk mengakomodasi kepentingan pribadi presiden.

“Ini merupakan bentuk pemuasan ego presiden secara terang-terangan,” kritik Senator Mark Warner terhadap usulan tersebut.

Hingga akhir Mei 2026, rancangan undang-undang terkait uang pecahan USD 250 masih belum menunjukkan perkembangan signifikan di Kongres AS. Nasib usulan tersebut akan sangat bergantung pada dukungan politik dan hasil pembahasan legislatif dalam beberapa bulan mendatang.

Apabila disetujui, Donald Trump berpotensi menjadi presiden Amerika Serikat pertama dalam hampir 150 tahun terakhir yang wajahnya dicetak pada mata uang resmi negara saat masih hidup. (*)


Poin Utama Berita

  • Donald Trump berpeluang tampil di uang pecahan baru USD 250.
  • Pemerintah AS menyiapkan langkah awal melalui perubahan aturan federal.
  • Saat ini hukum AS melarang tokoh yang masih hidup dicetak pada mata uang.
  • Menteri Keuangan Scott Bessent mengonfirmasi adanya RUU di DPR dan Senat.
  • Desain awal menampilkan wajah Trump dengan tema “America 250 Anniversary”.
  • Bureau of Engraving and Printing disebut telah diminta menyiapkan prototipe.
  • Sejumlah pejabat memperingatkan adanya hambatan hukum dan prosedural.
  • Kalangan Demokrat mengkritik keras usulan tersebut.
  • Jika disetujui, Trump akan menjadi presiden AS pertama dalam sekitar 150 tahun yang dicetak di mata uang saat masih hidup.
  • Wacana ini menjadi perdebatan besar menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.