Teheran Bela Oman, Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas di Tengah Isu Selat Hormuz dan Gencatan Senjata
TEHERAN | Sentrapos.co.id – Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah pemimpin Gedung Putih itu mengancam akan membombardir Oman apabila negara Teluk tersebut membantu Iran dalam isu strategis kawasan, termasuk terkait Selat Hormuz.
Pernyataan Trump memicu reaksi cepat dari Teheran. Iran menilai ancaman terhadap Oman sebagai tindakan yang berbahaya, provokatif, dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut ancaman terhadap Oman sebagai bentuk intimidasi yang tidak dapat diterima dalam hubungan antarnegara modern.
Menurutnya, Oman selama ini dikenal sebagai negara yang berperan aktif dalam menjaga stabilitas kawasan dan menjadi mediator penting dalam berbagai upaya diplomasi di Timur Tengah.
“Ancaman untuk menghancurkan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang selama ini berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas regional merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip larangan penggunaan ancaman kekerasan,” tegas Esmaeil Baghaei.
Baghaei menilai pernyataan tersebut menunjukkan semakin normalnya praktik intimidasi dan tekanan dalam hubungan internasional yang dapat memperburuk situasi keamanan regional.
Iran Tegaskan Solidaritas untuk Oman
Dalam pernyataannya, Iran juga menyampaikan solidaritas penuh kepada Oman yang disebut sebagai negara sahabat dan mitra penting dalam menjaga perdamaian kawasan.
Teheran mengutuk keras retorika ancaman yang dilontarkan pejabat Amerika Serikat terhadap Iran maupun sejumlah negara Timur Tengah lainnya.
Iran menegaskan bahwa Oman selama bertahun-tahun memainkan peran konstruktif sebagai mediator dalam berbagai proses diplomasi dan negosiasi regional, termasuk komunikasi tidak langsung antara Teheran dan Washington.
“Oman telah menjadi jembatan diplomasi yang berkontribusi besar terhadap perdamaian regional. Ancaman terhadap negara tersebut berpotensi merusak upaya stabilitas yang selama ini dibangun.”
Iran Kecam Serangan AS di Bandar Abbas
Selain mengecam ancaman terhadap Oman, Iran juga kembali menyoroti serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas militer di Pelabuhan Bandar Abbas.
Pemerintah Iran menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk agresi terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Republik Islam Iran.
Menurut Baghaei, serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta bertentangan dengan semangat gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.
Iran menegaskan memiliki hak penuh berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatannya dari setiap bentuk ancaman maupun serangan militer.
Ancaman Trump Dipicu Isu Selat Hormuz
Sebelumnya, Donald Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait kemungkinan kerja sama Iran dan Oman dalam pengendalian Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia.
Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan perairan internasional yang tidak boleh dikuasai pihak mana pun.
“Tidak ada yang akan mengendalikan Selat Hormuz. Itu adalah perairan internasional,” kata Trump dalam pernyataannya yang kemudian memicu kontroversi internasional.
Hingga saat ini, Oman masih dikenal sebagai negara netral yang menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak di kawasan, termasuk Iran dan Amerika Serikat.
Meski menjadi sekutu dekat Washington selama lebih dari dua abad, Oman belum pernah menyatakan dukungan terhadap langkah penguasaan Selat Hormuz bersama Iran.
Pengamat menilai meningkatnya perang pernyataan antara Washington dan Teheran berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Teluk dan memengaruhi keamanan jalur perdagangan global yang melewati Selat Hormuz.
Ketegangan terbaru ini juga menimbulkan kekhawatiran dunia internasional terhadap masa depan proses diplomasi dan peluang terciptanya perdamaian jangka panjang di Timur Tengah. (*)
Poin Utama Berita
- Iran mengecam keras ancaman Donald Trump terhadap Oman.
- Teheran menyebut ancaman tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
- Iran menilai Oman merupakan mediator penting bagi perdamaian kawasan Timur Tengah.
- Esmaeil Baghaei menyebut retorika Trump sebagai bentuk intimidasi dan perundungan global.
- Iran menyatakan solidaritas penuh kepada Oman.
- Teheran juga mengecam serangan AS terhadap fasilitas militer Bandar Abbas.
- Trump mengaitkan ancamannya dengan isu pengendalian Selat Hormuz.
- Ketegangan AS-Iran kembali meningkat dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Teluk.

















