Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Israel Sebar Selebaran Larangan ke 21 Desa Lebanon Selatan, Warga Dilarang Dekati Sungai Litani

31
×

Israel Sebar Selebaran Larangan ke 21 Desa Lebanon Selatan, Warga Dilarang Dekati Sungai Litani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LEBANON SELATAN | Sentrapos.co.id – Ketegangan di perbatasan kembali memanas setelah militer Israel menjatuhkan selebaran (leaflet) dari udara yang berisi larangan bagi warga di 21 desa Lebanon selatan untuk mendekati kawasan Sungai Litani, Minggu (26/4).

Peringatan tersebut disebarkan di wilayah Tyre sebagai bagian dari operasi militer Israel yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dalam selebaran yang juga beredar melalui video dan dibagikan media lokal Lebanon, Al Jadeed News, warga diminta untuk tidak bergerak ke arah selatan dari sejumlah desa yang masuk dalam zona peringatan.

Militer Israel menyebut langkah itu dilakukan sebagai respons terhadap apa yang mereka klaim sebagai “aktivitas teroris berkelanjutan” oleh kelompok Hizbullah.

“Larangan ini diberlakukan untuk menghadapi aktivitas teroris berkelanjutan oleh Hizbullah,” demikian isi peringatan yang dikutip dari laporan Al Jazeera.

Sejumlah desa yang masuk dalam wilayah larangan tersebut antara lain Mazraat Bayt al-Siyada, Majdal Zoun, Zibqin, Kfar Shouba, hingga Ain Ata.

Selain kawasan Sungai Litani, warga juga dilarang mendekati Lembah Salhani serta wilayah Al-Salqouqi, yang dinilai menjadi area sensitif dalam operasi militer terbaru.

Situasi ini menambah ketegangan di tengah kondisi keamanan yang belum stabil meski kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak telah diperbarui dalam tiga pekan terakhir.

Di sisi lain, kelompok Hizbullah dilaporkan mengklaim telah melancarkan serangan terhadap pasukan Israel di Kota Taybeh, Lebanon selatan, menggunakan pesawat nirawak atau drone.

Menurut laporan Al Jazeera, serangan tersebut menargetkan sekelompok tentara Israel dan disebut menimbulkan korban, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait jumlah korban maupun tingkat kerusakan.

Sementara itu, serangan udara Israel di Lebanon selatan pada Sabtu (25/4) dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan tersebut juga menyebabkan 24 orang mengalami luka-luka, termasuk tiga anak.

“Sedikitnya tujuh orang tewas dan 24 lainnya terluka, termasuk tiga anak-anak,” menurut laporan otoritas kesehatan Lebanon.

Rentetan serangan balasan ini menunjukkan situasi keamanan di Lebanon selatan masih sangat rapuh, meski upaya gencatan senjata terus diperpanjang.

Pengamat menilai langkah Israel menyebarkan selebaran larangan ini menjadi sinyal bahwa eskalasi konflik berpotensi kembali meningkat sewaktu-waktu.

Kondisi tersebut juga memicu kekhawatiran baru terhadap keselamatan warga sipil yang tinggal di wilayah perbatasan dan rawan konflik bersenjata. (*)


Poin Utama Berita

  • Israel menjatuhkan selebaran larangan di 21 desa Lebanon selatan
  • Warga dilarang mendekati kawasan Sungai Litani
  • Larangan juga berlaku di Lembah Salhani dan Al-Salqouqi
  • Israel mengklaim langkah ini terkait aktivitas Hizbullah
  • Hizbullah disebut menyerang pasukan Israel menggunakan drone di Taybeh
  • Sedikitnya 7 orang tewas akibat serangan Israel pada Sabtu
  • Sebanyak 24 warga luka-luka, termasuk tiga anak-anak
  • Situasi keamanan tetap rapuh meski gencatan senjata diperbarui
error: Content is protected !!