Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

Viral! Kades Lumajang Dibacok dan Dikeroyok 10 Orang di Rumah Sendiri, Diduga Dipicu Salah Paham

85
×

Viral! Kades Lumajang Dibacok dan Dikeroyok 10 Orang di Rumah Sendiri, Diduga Dipicu Salah Paham

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUMAJANG | Sentrapos.co.id – Aksi kekerasan brutal terjadi di Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Seorang kepala desa (kades) bernama Sampurno menjadi korban pengeroyokan disertai pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal, Rabu (15/4/2026) siang.

Peristiwa mengerikan tersebut terjadi di kediaman korban saat sedang menerima tamu. Tanpa diduga, dua mobil datang membawa lebih dari 10 orang yang awalnya disangka tamu biasa.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Namun situasi mendadak berubah tegang.

“Awalnya menerima tamu, kemudian datang dua mobil. Sempat terjadi cekcok, lalu langsung terjadi penganiayaan,” ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata.

Dalam sekejap, korban menjadi sasaran amukan massa. Sampurno dipukul secara membabi buta hingga dibacok menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala, lengan, dan bahu.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya melerai aksi brutal tersebut. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Dokter Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB. Pelaku lebih dari 10 orang menggunakan dua mobil. Motif masih dalam penyelidikan,” jelas AKP Pras Ardinata.

Meski mengalami luka cukup parah, kondisi Sampurno kini berangsur membaik dan telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.

Menariknya, korban memilih tidak memperpanjang masalah dan menyebut kejadian tersebut dipicu oleh kesalahpahaman.

“Mungkin Mas Dani khilaf. Semoga jadi pelajaran, mungkin hanya salah paham saja,” ungkap Sampurno.

Dugaan sementara, insiden pengeroyokan ini berkaitan dengan perselisihan yang terjadi beberapa hari sebelumnya dalam sebuah acara pengajian.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap motif serta mengidentifikasi seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Kasus ini pun menjadi perhatian serius masyarakat karena melibatkan pejabat desa dan terjadi di lingkungan tempat tinggal korban sendiri. (*)


Poin Utama Berita

  • Kades Sampurno jadi korban pengeroyokan brutal oleh lebih dari 10 orang
  • Kejadian berlangsung di rumah korban saat menerima tamu
  • Pelaku datang menggunakan dua mobil dan langsung menyerang
  • Korban mengalami luka bacok di kepala, lengan, dan bahu
  • Diduga dipicu salah paham dari konflik sebelumnya di acara pengajian
  • Polisi masih menyelidiki motif dan memburu pelaku
  • Korban memilih damai dan menyebut pelaku “khilaf”