KUALA LUMPUR | Sentrapos.co.id — Sebuah kapal yang mengangkut 37 orang, termasuk warga negara Indonesia (WNI), dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, pada Senin (11/5/2026). Hingga Selasa (12/5/2026), sebanyak 23 WNI berhasil diselamatkan, sementara 14 penumpang lainnya masih dalam pencarian tim SAR Malaysia.
Insiden tersebut langsung memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran oleh otoritas maritim Malaysia yang dibantu aparat kepolisian, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, serta komunitas nelayan setempat.
Kepala Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak, Mohamad Shukri Khotob, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 05.30 waktu setempat dari seorang nelayan yang menemukan korban terapung di laut.
“Operasi SAR langsung digerakkan setelah laporan diterima dari nelayan yang menemukan para korban terapung di perairan Pulau Pangkor.”
MMEA kemudian mengerahkan dua kapal patroli menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran area laut.
Menurut otoritas Malaysia, kapal tersebut diduga membawa para migran yang hendak masuk ke Malaysia untuk bekerja di sejumlah wilayah seperti Penang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.
23 WNI Berhasil Diselamatkan
Dalam operasi penyelamatan tersebut, sebuah kapal nelayan lokal berhasil mengevakuasi 23 korban selamat yang terdiri dari 16 pria dan tujuh perempuan.
Seluruh korban kemudian dibawa ke Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh, Perak, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, membenarkan adanya kecelakaan kapal yang melibatkan puluhan WNI di perairan Malaysia.
Ia menyebut seluruh korban selamat berusia antara 21 hingga 48 tahun dan saat ini dalam pendampingan otoritas setempat serta KBRI Kuala Lumpur.
“KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia untuk memastikan perlindungan dan penanganan para WNI korban kecelakaan kapal.”
Operasi Pencarian 14 Penumpang Masih Berlangsung
Hingga kini, tim SAR Malaysia masih terus melakukan pencarian terhadap 14 penumpang lain yang belum ditemukan.
KBRI Kuala Lumpur juga disebut terus memantau perkembangan operasi penyelamatan dan tengah mengupayakan akses kekonsuleran bagi para korban selamat.
Penyelidikan awal mengungkap para penumpang diduga berangkat dari Kisaran, Sumatra Utara, pada 9 Mei 2026 sebelum akhirnya mengalami kecelakaan di perairan Malaysia.
Otoritas Malaysia masih menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya kapal tersebut, termasuk kondisi cuaca dan kelayakan kapal saat berlayar.
“Tragedi ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran dan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri.”
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memastikan akan memberikan fasilitasi kekonsuleran dan dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan selama proses penanganan berlangsung.
(*)
Poin Utama Berita
- Kapal yang membawa 37 orang termasuk WNI tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia.
- Sebanyak 23 WNI berhasil diselamatkan oleh nelayan dan tim SAR Malaysia.
- Sebanyak 14 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian.
- Operasi SAR melibatkan MMEA, Kepolisian Maritim, Angkatan Laut Malaysia, dan nelayan lokal.
- Para penumpang diduga hendak masuk Malaysia untuk bekerja.
- KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan otoritas Malaysia untuk pendampingan korban.
- Korban selamat terdiri dari 16 pria dan 7 perempuan berusia 21-48 tahun.
- Pemerintah Indonesia memastikan perlindungan dan fasilitasi kekonsuleran bagi WNI korban kapal tenggelam.

















