Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

742 Prajurit TNI Siap Berangkat ke Lebanon, Dudung: Indonesia Emban Misi Perdamaian Dunia

32
×

742 Prajurit TNI Siap Berangkat ke Lebanon, Dudung: Indonesia Emban Misi Perdamaian Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BOGOR | Sentrapos.co.id — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memastikan sebanyak 742 prajurit TNI siap diberangkatkan ke Lebanon dalam rangka menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pasukan perdamaian tersebut dijadwalkan bertolak pada 22 Mei 2026 untuk menggantikan personel TNI yang saat ini masih bertugas di wilayah konflik Lebanon.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Pernyataan itu disampaikan Dudung usai meninjau langsung kesiapan pasukan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP), Sentul, Bogor, Senin (11/5/2026), bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago.

“Saya lihat pasukan sudah siap. Ini bukan hanya misi PBB, tetapi juga membawa nama bangsa Indonesia di mata dunia internasional,” ujar Dudung Abdurachman.

TNI Diminta Jaga Nama Baik Indonesia

Dalam peninjauan tersebut, Dudung memastikan seluruh pembekalan dan pelatihan bagi pasukan perdamaian telah diberikan secara maksimal oleh PMPP TNI.

Ia menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama selama menjalankan tugas di daerah operasi yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Selain itu, Dudung juga meminta seluruh prajurit menjaga citra positif Indonesia yang selama ini dikenal baik dalam berbagai misi perdamaian dunia.

Menurutnya, pasukan TNI memiliki reputasi internasional yang sangat dihormati karena sikap ramah, disiplin, dan kepedulian terhadap masyarakat sipil di wilayah konflik.

“Tentara Indonesia sangat diidam-idamkan di sana karena keramahannya, kepeduliannya, dan keseriusannya dalam melaksanakan tugas.”

Pernyataan tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan kontribusi besar dalam operasi penjaga perdamaian PBB.

Pemerintah Minta Doa dan Dukungan Rakyat

Dudung juga meminta doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar seluruh prajurit dapat menjalankan tugas dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat.

Pemerintah berharap misi perdamaian di Lebanon dapat berjalan sukses sesuai mandat yang diberikan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Mohon doa restu seluruh rakyat Indonesia agar pasukan kita menjalankan tugas dengan lancar dan kembali dengan selamat.”

Selain Dudung dan Menko Polkam, kegiatan peninjauan tersebut juga dihadiri Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Kadivhubinter Polri Irjen Pol. Amur Chandra Juli Buana, serta Komandan PMPP TNI Mayjen Iwan Bambang Setiawan.

Menlu Ingatkan Risiko Wilayah Konflik

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Sugiono mengingatkan para prajurit agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kewaspadaan tinggi.

Ia menegaskan bahwa meski mengemban misi perdamaian, wilayah operasi di Lebanon tetap memiliki ancaman keamanan yang harus diantisipasi secara serius.

Sugiono berharap seluruh personel dapat menjaga profesionalisme selama menjalankan tugas internasional tersebut.

“Kebanggaan terbesar bagi bangsa ini adalah melihat seluruh prajurit kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.”

Indonesia sendiri selama ini dikenal aktif mengirim pasukan penjaga perdamaian ke berbagai wilayah konflik dunia di bawah mandat PBB, termasuk Lebanon, Kongo, Sudan, hingga Afrika Tengah.

Misi tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.

(*)


Poin Utama Berita

  • Sebanyak 742 prajurit TNI siap diberangkatkan ke Lebanon untuk misi perdamaian PBB.
  • Pasukan dijadwalkan berangkat pada 22 Mei 2026.
  • Dudung Abdurachman memastikan seluruh personel telah siap menjalankan tugas.
  • TNI diminta menjaga nama baik Indonesia di mata internasional.
  • Pasukan Indonesia disebut sangat dihormati dalam misi perdamaian dunia.
  • Pemerintah meminta doa masyarakat agar seluruh prajurit kembali dengan selamat.
  • Menlu Sugiono mengingatkan tingginya risiko di wilayah konflik Lebanon.
  • Indonesia terus menunjukkan komitmen aktif dalam misi perdamaian PBB.