Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Kapal Rusia Diduga Kirim Reaktor Nuklir ke Korut, Meledak Misterius lalu Tenggelam di Laut Spanyol

37
×

Kapal Rusia Diduga Kirim Reaktor Nuklir ke Korut, Meledak Misterius lalu Tenggelam di Laut Spanyol

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MADRID | Sentrapos.co.id — Sebuah kapal kargo Rusia bernama Ursa Major diduga membawa komponen reaktor nuklir secara rahasia menuju Korea Utara sebelum akhirnya meledak dan tenggelam secara misterius di perairan dekat Spanyol.

Dugaan mengejutkan tersebut terungkap melalui investigasi CNN yang menelusuri aktivitas kapal Rusia itu setelah insiden tenggelam pada 23 Desember 2024 lalu.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kapal yang juga dikenal dengan nama Sparta 3 tersebut diketahui berlayar menuju Vladivostok, Rusia timur jauh, dan diduga akan melanjutkan pengiriman menuju Pelabuhan Rason di Korea Utara.

“Penyelidikan mengarah pada dugaan bahwa Ursa Major membawa komponen dua reaktor nuklir mirip dengan yang digunakan kapal selam.”

Menurut laporan investigasi, kapal tersebut mulai berlayar hanya dua bulan setelah Korea Utara mengirim pasukan militer untuk membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Pada manifes awal, Ursa Major tercatat hanya membawa 129 kontainer kosong, dua derek besar Liebherr, dan dua penutup lubang got raksasa (manhole cover). Namun penyelidik Spanyol kemudian menemukan kejanggalan besar.

Ledakan Misterius dan Dugaan Serangan Torpedo

Kapal Ursa Major mulai dicurigai setelah mengalami serangkaian ledakan misterius sekitar 60 mil dari pantai Spanyol.

Penyelidik Spanyol menduga ledakan pertama terjadi akibat serangan torpedo langka yang menembus lambung kapal, meski hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab.

Beberapa analis menduga serangan itu berkaitan dengan memanasnya perang Rusia-Ukraina pada masa akhir pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

“Ursa Major mengalami beberapa ledakan sebelum karam, dan ledakan tambahan kembali terjadi setelah kapal tenggelam.”

Pada 22 Desember 2024, kapal sempat melambat drastis di perairan Spanyol hingga tim penyelamat menghubungi awak kapal melalui radio. Namun saat itu kru mengaku tidak dalam kondisi darurat.

Hanya berselang 24 jam kemudian, kapal mengirim sinyal SOS setelah tiga ledakan besar menghantam sisi kanan lambung kapal, diduga di sekitar ruang mesin.

Dua awak dilaporkan tewas, sementara 14 kru lainnya berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat Spanyol.

Rusia Diduga Berusaha Hancurkan Barang Bukti

Situasi semakin misterius ketika kapal militer Rusia Ivan Gren yang mengawal Ursa Major meminta kapal-kapal lain menjaga jarak dan mengembalikan para awak yang telah dievakuasi.

Permintaan itu ditolak Spanyol karena operasi penyelamatan masih berlangsung.

Namun beberapa jam kemudian, kapal militer Rusia menembakkan suar merah ke lokasi kapal dan ledakan keempat terjadi.

Data seismik menunjukkan pola ledakan yang mirip dengan ranjau bawah laut sebelum akhirnya Ursa Major benar-benar tenggelam.

“Ledakan tambahan setelah kapal karam memunculkan dugaan Rusia berusaha menghancurkan sisa muatan rahasia di dasar laut.”

Seminggu setelah kejadian, kapal penelitian Rusia Yantar dilaporkan kembali ke lokasi bangkai kapal selama lima hari. Empat ledakan tambahan kembali terdeteksi di dasar laut.

Kapten Akhirnya Bongkar Isi Rahasia Kapal

Penyelidik Spanyol kemudian menginterogasi awak kapal Rusia yang selamat di Cartagena.

Awalnya, kapten kapal Igor Anisimov menolak membicarakan isi muatan kapal karena mengaku takut terhadap keselamatannya sendiri.

Namun setelah ditekan penyidik, ia akhirnya mengaku bahwa manifes kapal tidak sesuai dengan muatan sebenarnya.

Kapten menyebut kapal membawa komponen dua reaktor nuklir yang disebut mirip dengan sistem reaktor kapal selam Rusia.

Meski demikian, menurut pengakuan tersebut, komponen itu diklaim tidak mengandung bahan bakar nuklir aktif.

“Kapten kapal mengaku yakin tujuan akhir pengiriman adalah Pelabuhan Rason di Korea Utara.”

Laporan ini semakin memperkuat dugaan adanya kerja sama militer dan teknologi sensitif antara Rusia dan Korea Utara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Militer Amerika Serikat bahkan sempat mengerahkan pesawat pendeteksi nuklir WC135-R ke lokasi tenggelamnya kapal untuk memantau kemungkinan kontaminasi radioaktif.

Hingga kini, Rusia, Pentagon, Spanyol, maupun perusahaan pemilik kapal Orobonlogistics belum memberikan komentar resmi terkait investigasi tersebut.

(*)


Poin Utama Berita

  • Kapal Rusia Ursa Major diduga membawa komponen reaktor nuklir menuju Korea Utara.
  • Kapal meledak beberapa kali sebelum tenggelam di dekat perairan Spanyol.
  • Investigasi CNN mengungkap dugaan kerja sama nuklir Rusia dan Korut.
  • Penyelidik Spanyol mencurigai kapal terkena serangan torpedo.
  • Kapten kapal akhirnya mengaku muatan kapal bukan sesuai manifes resmi.
  • Rusia diduga mencoba menghancurkan sisa muatan di dasar laut lewat ledakan tambahan.
  • AS mengirim pesawat pendeteksi nuklir ke lokasi tenggelamnya kapal.
  • Dugaan pengiriman teknologi nuklir memperbesar ketegangan geopolitik global.