JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memastikan rencana penambahan 24 pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis masih berada dalam tahap kajian dan belum memasuki fase kontrak.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa pemerintah masih melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan strategis tersebut.
“Opsi penambahan masih dalam tahap kajian oleh pemerintah,” tegas Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Kajian untuk Pastikan Kebutuhan Pertahanan
Menurut Rico, kajian dilakukan guna memastikan rencana pembelian tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan pertahanan nasional serta kondisi strategis Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan baru antara Indonesia dan Prancis terkait tambahan alutsista tersebut.
“Belum ada kontrak baru terkait penambahan pesawat Rafale,” jelasnya.
Muncul dari Pertemuan Tingkat Tinggi
Wacana penambahan 24 jet tempur Rafale mencuat setelah pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama lanjutan di sektor pertahanan, termasuk penguatan armada udara Indonesia.
Indonesia Sudah Miliki Rafale
Sebelumnya, Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 42 unit Rafale saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Pengiriman pesawat dilakukan secara bertahap, dengan gelombang pertama sebanyak tiga unit telah tiba pada awal tahun 2026.
Perkuat Modernisasi Alutsista
Rencana penambahan Rafale dinilai sebagai bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia guna menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan keamanan regional.
Namun, pemerintah menegaskan setiap keputusan pembelian akan mempertimbangkan aspek kebutuhan, efisiensi anggaran, serta strategi pertahanan jangka panjang. (*)
Poin Utama Berita
- Kemhan kaji opsi pembelian tambahan 24 jet Rafale
- Belum ada kontrak baru antara Indonesia dan Prancis
- Kajian dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pertahanan
- Wacana muncul dari pertemuan Prabowo–Macron
- Indonesia sudah pesan 42 Rafale sebelumnya
- Tiga unit Rafale telah tiba di Indonesia awal 2026
- Bagian dari modernisasi alutsista nasional

















