Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Kerangka Manusia di Sungai Bedog Bantul Teridentifikasi, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

33
×

Kerangka Manusia di Sungai Bedog Bantul Teridentifikasi, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANTUL | Sentrapos.co.id – Misteri penemuan dua kerangka manusia di sekitar Sungai Bedog, Dusun Mangir Tengah, Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, mulai menemui titik terang.

Satu dari dua kerangka yang ditemukan oleh pemancing pada Senin (11/5/2026) akhirnya berhasil teridentifikasi oleh pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Korban diketahui bernama Sumadi, pria kelahiran Kulon Progo, 16 Maret 1972.

“Kerangka pertama atau kerangka yang ditemukan dengan sebagian pakaian telah teridentifikasi,” ujar Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Kamis (14/5/2026).

Identifikasi Berdasarkan Ciri Pakaian dan Gigi Palsu

Polisi menjelaskan identitas korban terungkap setelah adanya laporan warga Dusun Tegaldowo, Grujugan, Bantul, terkait anggota keluarga yang hilang.

Keluarga korban kemudian mendatangi pihak kepolisian dan mencocokkan sejumlah ciri yang ditemukan pada jasad.

Salah satu petunjuk penting berasal dari pakaian yang masih melekat pada kerangka tersebut.

“Keluarga membenarkan bahwa celana dalam yang dipakai mayat tersebut merupakan milik Sumadi,” kata Rita.

Selain itu, polisi juga menemukan ciri khusus berupa gigi palsu di bagian depan atas sebelah kanan.

Hasil koordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara menunjukkan adanya kecocokan antara data medis dan kondisi kerangka yang ditemukan.

Korban Disebut Memiliki Riwayat Gangguan Mental

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa Sumadi diketahui memiliki riwayat gangguan mental dan rutin menjalani kontrol medis.

Menurut polisi, korban sebelumnya menjalani pengobatan di RS Panembahan Senopati Bantul.

“Yang bersangkutan mempunyai riwayat gangguan mental,” ungkap Rita.

Meski identitas korban telah diketahui, polisi hingga kini masih mendalami penyebab kematian Sumadi.

Pihak kepolisian juga belum dapat memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.

Dua Kerangka Ditemukan Berdekatan

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan dua jasad manusia di sekitar aliran Sungai Bedog pada Senin (11/5/2026).

Kondisi kedua jasad saat ditemukan sudah rusak dan sulit dikenali.

Kerangka pertama ditemukan dengan sebagian tubuh masih menyisakan sedikit jaringan daging, sementara lengan kiri dilaporkan hilang.

“Dua mayat. Yang satu kerangka, cuma hilang lengan kirinya,” ujar Rita saat penemuan awal.

Sementara jasad kedua hanya ditemukan berupa batok kepala yang telah ditumbuhi lumut.

Polisi memperkirakan mayat kedua telah meninggal dunia selama berbulan-bulan sebelum ditemukan.

Jarak antara dua lokasi penemuan jasad tersebut diperkirakan sekitar tiga meter.

Polisi Masih Selidiki Identitas Kerangka Kedua

Hingga kini, aparat kepolisian masih berupaya mengidentifikasi kerangka kedua yang ditemukan di lokasi yang sama.

Proses penyelidikan terus dilakukan dengan melibatkan tim forensik dan pemeriksaan sejumlah laporan orang hilang di wilayah Bantul dan sekitarnya.

Kasus ini pun menjadi perhatian warga karena kondisi penemuan yang mengundang banyak pertanyaan.

Warga Diminta Tidak Berspekulasi

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut.

Masyarakat juga diminta segera melapor apabila memiliki informasi mengenai orang hilang yang mungkin berkaitan dengan temuan kerangka kedua.

Pihak kepolisian memastikan proses identifikasi dan penyelidikan masih terus berlangsung. (*)


Poin Utama Berita

  • Satu kerangka manusia di Sungai Bedog Bantul berhasil teridentifikasi.
  • Korban diketahui bernama Sumadi, warga Bantul.
  • Identifikasi dilakukan melalui pakaian dan ciri gigi palsu.
  • Korban disebut memiliki riwayat gangguan mental.
  • Polisi belum memastikan penyebab kematian korban.
  • Dua jasad ditemukan di lokasi yang berdekatan.
  • Kerangka kedua hingga kini masih belum teridentifikasi.
  • Polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi.