Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIHEADLINE NEWSHUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Ketua KPK: Koruptor Tetap Dibiayai Negara, Pencegahan Lebih Penting daripada Penindakan

26
×

Ketua KPK: Koruptor Tetap Dibiayai Negara, Pencegahan Lebih Penting daripada Penindakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya mengedepankan upaya pencegahan korupsi dibanding sekadar penindakan hukum. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut proses penindakan kasus korupsi membutuhkan biaya besar yang seluruhnya masih ditanggung negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Setyo saat menghadiri peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Menurut Setyo, pencegahan melalui pendidikan jauh lebih efektif dibanding penanganan korupsi setelah kejahatan terjadi.

“Daripada proses penindakan yang di depan, lebih bagus kita melakukan proses pencegahan,” kata Setyo Budiyanto.

Ia menegaskan, biaya penindakan korupsi sangat mahal mulai dari proses penyelidikan, penyidikan, persidangan, hingga pembinaan narapidana di dalam penjara.

“Penindakan pasti akan lebih mahal. Sudah di dalam pun masih diurusi negara, makannya, bajunya, seragamnya dan lain-lain,” tegas Ketua KPK.

Pendidikan Antikorupsi Jadi Fokus Utama

Dalam kesempatan itu, KPK bersama Kemendagri meluncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi yang akan diterapkan bagi pelajar mulai tingkat PAUD hingga SMA/SMK sederajat.

Setyo menyebut buku tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membangun budaya antikorupsi sejak usia dini.

Dengan adanya panduan nasional tersebut, materi pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah diharapkan lebih seragam dan terstruktur.

Lima Kompetensi Dasar Antikorupsi

KPK menjelaskan terdapat lima kompetensi utama yang menjadi dasar dalam pendidikan antikorupsi tersebut.

Kelima poin itu meliputi:

  • Taat aturan
  • Memahami konsep kepemilikan
  • Menjaga amanah
  • Menolak dilema etis
  • Membangun budaya antikorupsi

Menurut Setyo, pendidikan karakter menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi bebas korupsi di masa depan.

“Masa depan tanpa korupsi tidak dimulai dari ruang pemeriksaan, ruang penyidikan, atau ruang persidangan, tetapi dimulai dari ruang kelas,” ujar Setyo.

Pencegahan Dinilai Lebih Efektif

KPK menilai pendekatan pendidikan dan pencegahan menjadi langkah strategis jangka panjang untuk menekan praktik korupsi di Indonesia.

Selain mengurangi potensi kerugian negara, pendidikan antikorupsi diharapkan mampu membentuk budaya integritas sejak dini di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Peluncuran buku panduan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan gerakan nasional antikorupsi berbasis pendidikan karakter. (*)


Poin Utama Berita

  • KPK menilai pencegahan korupsi lebih penting dibanding penindakan.
  • Ketua KPK menyebut biaya penanganan koruptor sangat mahal.
  • Negara masih menanggung kebutuhan koruptor di dalam penjara.
  • KPK meluncurkan Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi.
  • Buku ditujukan untuk pelajar dari PAUD hingga SMA/SMK.
  • Pendidikan antikorupsi akan dibuat seragam secara nasional.
  • Ada lima kompetensi utama dalam pendidikan antikorupsi.
  • KPK menegaskan masa depan bebas korupsi dimulai dari ruang kelas.