Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPERISTIWA

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf Jamin Keamanan Jemaah Haji di Tengah Konflik Timur Tengah, Siapkan Skenario Darurat

54
×

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf Jamin Keamanan Jemaah Haji di Tengah Konflik Timur Tengah, Siapkan Skenario Darurat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan jemaah haji Indonesia di tengah dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.

Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran publik terkait situasi geopolitik yang berpotensi memengaruhi perjalanan ibadah haji tahun 2026.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Apapun keputusan yang diambil, pertimbangan utama adalah keamanan dan keselamatan jemaah haji kita,” tegas Irfan Yusuf.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia agar seluruh penyelenggaraan haji berorientasi pada perlindungan warga negara.

Koordinasi Internasional Diperkuat

Untuk memastikan kelancaran operasional, pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga, antara lain:

  • Kementerian Luar Negeri
  • Kementerian Haji Arab Saudi
  • KBRI dan KJRI di Jeddah

Hingga saat ini, situasi dinyatakan masih kondusif dan pemberangkatan jemaah tetap berjalan sesuai rencana.

“Sampai hari ini semuanya masih dalam situasi baik untuk berangkat,” ujarnya.

Skenario Darurat Disiapkan

Meski kondisi relatif aman, pemerintah tetap menyiapkan berbagai skenario alternatif, termasuk perubahan jalur penerbangan hingga opsi penundaan.

“Bisa saja rute berubah, bahkan kemungkinan tidak terbang. Semua tergantung situasi dan sudah kami siapkan,” jelasnya.

Biaya Haji Dipastikan Aman

Pemerintah juga memastikan bahwa kenaikan harga avtur tidak akan membebani jemaah.

“Tidak akan sepeser pun dibebankan kepada jemaah,” tegas Irfan.

Distribusi Kartu Nusuk Lebih Awal

Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, menyebut Kartu Nusuk kini dibagikan sebelum keberangkatan, berbeda dari tahun sebelumnya.

Kartu Nusuk merupakan identitas digital resmi berbentuk smart card yang memuat data jemaah serta QR code untuk akses layanan di Tanah Suci.

“Kartu ini wajib dibawa karena menjadi identitas resmi selama ibadah haji,” jelas Ikbal.

Penguatan Petugas dan Sistem Perlindungan

Pemerintah meningkatkan jumlah petugas perlindungan hingga 100 persen untuk mengantisipasi kondisi darurat di lapangan.

Sebanyak hampir 3.000 petugas telah disiapkan dengan pelatihan intensif selama satu bulan, meliputi:

  • 20 hari pembinaan di asrama haji
  • 10 hari pelatihan daring

“Kami siapkan petugas dengan skenario krisis agar respons cepat dan tepat,” tegas Irfan.

Jadwal Resmi Haji 2026

Jemaah mulai masuk asrama pada 21 April 2026, dan gelombang pertama diberangkatkan pada 22 April 2026 menuju Madinah.

Puncak ibadah haji akan berlangsung pada:

  • 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
  • 27 Mei 2026: Iduladha 1447 H

Pemulangan jemaah dijadwalkan hingga 1 Juli 2026. (*)


Poin Utama Berita

  • Menhaj jamin keselamatan jemaah haji di tengah konflik Timur Tengah
  • Instruksi langsung Presiden: keselamatan jadi prioritas utama
  • Pemerintah siapkan skenario darurat termasuk perubahan rute penerbangan
  • Biaya haji dipastikan tidak naik meski harga avtur meningkat
  • Kartu Nusuk kini dibagikan sebelum keberangkatan
  • Jumlah petugas perlindungan ditingkatkan hingga 100%
  • Hampir 3.000 petugas disiagakan dengan pelatihan intensif
  • Jadwal haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana