Korban Terjatuh di Kedalaman 300 Meter, Medan Ekstrem dan Sulitnya Komunikasi Jadi Kendala Utama Evakuasi
LUMAJANG | Sentrapos.co.id – Upaya penyelamatan seorang pendaki berinisial C (18), yang terjatuh ke jurang di sisi barat Gunung Semeru, Jawa Timur, masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Memasuki hari keempat sejak insiden terjadi pada Senin (1/6/2026), korban belum berhasil dievakuasi akibat medan yang sangat ekstrem dan keterbatasan akses menuju lokasi.
Tim SAR kini memperkuat operasi penyelamatan dengan menerjunkan personel tambahan beserta peralatan khusus untuk evakuasi di area berketinggian ekstrem.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan tim tambahan telah membawa peralatan High Angle Rescue Technique (HART) dan perangkat komunikasi satelit untuk mendukung proses penyelamatan.
“Tim tambahan datang membawa peralatan High Angle Rescue Technique (HART) untuk penyelamatan di area ketinggian ekstrem, serta perangkat Starlink guna memperlancar komunikasi antar personel di lapangan,” ujar Nanang Sigit, Kamis (4/6/2026).
Korban Terjebak di Jurang Sedalam 300 Meter
Berdasarkan laporan dari lokasi, korban diketahui berada di jurang dengan kedalaman sekitar 300 meter dan kontur tebing yang nyaris vertikal.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan secara sangat hati-hati demi menghindari risiko tambahan baik bagi korban maupun tim penyelamat.
Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Imam Nahrowi, mengungkapkan bahwa korban mengalami cedera pada bagian kaki kanan.
“Informasi dari tim di lokasi menunjukkan korban mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki kanan. Tim SAR saat ini terus mendampingi korban di bawah tebing,” jelas Imam Nahrowi.
Meski mengalami cedera, korban dilaporkan masih dapat berkomunikasi dengan tim penyelamat yang telah berhasil mencapai titik keberadaannya.
Medan Curam dan Komunikasi Jadi Tantangan Evakuasi
Selain kedalaman jurang yang ekstrem, proses penyelamatan juga terkendala oleh kondisi medan pendakian yang terjal dan minim akses komunikasi.
Tim SAR harus melewati jalur dengan kemiringan tinggi, jurang curam, serta cuaca pegunungan yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Jalur menuju lokasi sangat terjal dan dipenuhi jurang curam. Selain jarak tempuh yang jauh, seluruh personel harus bergerak dengan tingkat kehati-hatian tinggi demi keselamatan bersama,” ungkap Imam.
Untuk mengatasi hambatan komunikasi, SAR gabungan kini memanfaatkan jaringan satelit Starlink agar koordinasi antar tim di bawah dan di atas tebing dapat berjalan lebih efektif.
Puluhan Personel SAR Dikerahkan
Sebanyak 36 personel SAR gabungan saat ini terlibat dalam operasi penyelamatan.
Enam personel berada di bawah tebing mendampingi korban secara langsung, sementara sekitar 30 personel lainnya bersiaga di bagian atas untuk mempersiapkan proses evakuasi lanjutan.
Tim penyelamat berencana menggunakan metode Hauling System, yakni teknik evakuasi vertikal yang biasa digunakan dalam operasi penyelamatan di jurang atau tebing dengan tingkat kemiringan ekstrem.
“Rencana evakuasi selanjutnya akan menggunakan metode Hauling System setelah seluruh peralatan pendukung tiba di lokasi,” terang Imam Nahrowi.
Pendakian Dilakukan Melalui Jalur Ilegal
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui melakukan pendakian bersama dua rekannya melalui jalur Candi Jawar di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Jalur tersebut diketahui bukan jalur resmi pendakian Gunung Semeru.
Akibat insiden tersebut, korban terjatuh ke jurang, sementara dua rekannya berhasil selamat dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya mematuhi aturan pendakian dan menggunakan jalur resmi demi keselamatan selama beraktivitas di kawasan pegunungan.
Keselamatan Pendaki Jadi Prioritas Utama
Hingga Kamis malam, operasi penyelamatan masih terus berlangsung dengan fokus utama mengevakuasi korban secara aman.
Tim SAR memastikan seluruh upaya dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan korban maupun personel yang bertugas di medan ekstrem Gunung Semeru. (*)
Poin Utama Berita
- Pendaki berinisial C (18) masih terjebak di jurang Gunung Semeru selama empat hari.
- Korban berada di kedalaman sekitar 300 meter dengan kondisi tebing nyaris vertikal.
- Tim SAR mengalami kendala akibat medan ekstrem dan keterbatasan komunikasi.
- SAR Surabaya mengirim tim tambahan dengan peralatan HART dan Starlink.
- Korban mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki kanan.
- Sebanyak 36 personel SAR gabungan terlibat dalam operasi penyelamatan.
- Evakuasi direncanakan menggunakan metode Hauling System.
- Korban diketahui mendaki melalui jalur ilegal bersama dua rekannya yang selamat.

















