Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPERISTIWA

Bejat! Paman di Bangkalan Tega Setubuhi Keponakan Tiga Kali, Modus Ajari Setir Motor

58
×

Bejat! Paman di Bangkalan Tega Setubuhi Keponakan Tiga Kali, Modus Ajari Setir Motor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANGKALAN | Sentrapos.co.id – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mengguncang Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Seorang paman berinisial A, warga Kecamatan Kwanyar, tega menyetubuhi keponakannya sendiri yang masih berstatus sebagai siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Aksi bejat pelaku ini dilakukan dengan memanfaatkan keluguan korban, salah satunya bermodus mengajari korban belajar mengendarai sepeda motor.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengungkapkan bahwa aksi pencabulan dan pemerkosaan tersebut tidak hanya terjadi sekali, melainkan sudah berlangsung sebanyak tiga kali dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Insiden pertama bahkan terjadi saat korban baru menginjak kelas 1 SMK.

“Saat kejadian pertama, korban masih di bawah umur. Kejadiannya sekitar tiga tahun lalu ketika korban dan keluarganya baru saja pulang menjenguk kerabat di Kecamatan Labang,” ujar Ipda Agung Intama kepada media, Jumat (15/5/2026).

Menurut penjelasan pihak kepolisian, sepulang dari menjenguk kerabat, korban yang tidak menaruh curiga meminta bantuan pelaku untuk diajari mengendarai motor. Awalnya, pelaku mengajari korban dengan normal. Namun, di tengah jalan pulang, pelaku mengambil alih kemudi dan justru membawa korban ke sebuah kawasan hutan sepi, tempat di mana pelaku melancarkan aksi pemerkosaan pertamanya.

Trauma Membuat Korban Bungkam

Karena berada di bawah tekanan dan mengalami trauma berat, korban yang saat itu masih sangat belia tidak berani melaporkan tindakan keji paman kandungnya kepada orang tua. Sayangnya, ketakutan korban justru dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengulangi perbuatan bejatnya yang kedua kali.

Kebejatan pelaku A tampaknya belum puas. Pada Februari 2026, pelaku kembali melancarkan aksi ketiganya. Modusnya kali ini adalah menjemput korban yang baru saja pulang dari kegiatan magang sekolah. Bukannya diantar ke rumah orang tuanya, korban malah dibawa ke rumah pelaku dan dipaksa melayani nafsu bejatnya.

“Pelaku sudah berhasil kami amankan di Mapolres Bangkalan, dan saat ini kasus tersebut masih terus kami dalami secara intensif,” tegas Ipda Agung.

Polisi Selidiki Potensi Korban Lain

Setelah bertahun-tahun memendam trauma, korban akhirnya memberanikan diri untuk bersuara dan menceritakan seluruh petaka yang dialaminya kepada pihak keluarga. Bak disambar petir, keluarga yang meradang langsung melaporkan sang paman ke Polres Bangkalan.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Bangkalan tidak hanya fokus pada kasus korban. Polisi juga tengah melakukan penelusuran mendalam untuk mencari tahu apakah ada korban lain dari aksi predator seksual terapis terselubung ini.

Atas perbuatannya, pelaku dipastikan bakal dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara yang sangat berat. (*)


Poin Utama Berita

  • Predator Seksual Keluarga: Pelaku berinisial A tega memerkosa keponakannya sendiri yang masih di bawah umur dan duduk di bangku SMK di Kwanyar, Bangkalan.

  • Modus Licik Pelaku: Pelaku memanfaatkan momen mengajari korban menyetir motor dan menjemput korban pulang magang untuk melancarkan aksinya di hutan dan di rumah pelaku.

  • Tiga Kali Beraksi: Tindakan kekerasan seksual ini terjadi sebanyak tiga kali sejak tiga tahun lalu (saat korban kelas 1 SMK) hingga terakhir pada Februari 2026.

  • Korban Akhirnya Bersuara: Sempat bungkam karena trauma dan takut, korban akhirnya melapor ke keluarga yang berujung pada penangkapan pelaku oleh Polres Bangkalan.

  • Pengembangan Kasus: Polisi kini menahan pelaku dan mendalami potensi adanya korban lain dari aksi bejat sang paman.