SURABAYA | Sentrapos.co.id – Perkembangan artificial intelligence tidak hanya mengubah cara perusahaan menciptakan konten, tetapi cara konsumen mencari informasi, membandingkan produk, membangun kepercayaan hingga akhirnya mengambil keputusan pembelian.
Perubahan tersebut menjadi salah satu tema utama dalam Sharing Session bertajuk “Dari Posting ke Closing: Jadi Marketer Cerdas di Era AI” yang digelar (7/10) kemarin di Aula SMK Ketintang Surabaya.
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMK Ketintang Surabaya, Heffriza Ahmad, menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi dan karakter.
“Anak-anak kita harus berani memanfaatkan teknologi, tetapi tetap memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi, tanggung jawab, dan etika. AI seharusnya tidak membuat mereka berhenti berpikir, justru harus membantu mereka menghasilkan pekerjaan yang lebih baik,” ujar Heffriza dikonfirmasi sentrapos.co.id, Jumat (9/10).
Sementara, Kepala SMK Ketintang Surabaya, Agung Nugroho juga menilai perkembangan industri harus terus diikuti oleh pendidikan vokasi. Pembelajaran di SMK perlu membantu siswa memahami kompetensi yang benar-benar digunakan dalam dunia kerja.
“Perubahan teknologi bergerak sangat cepat. Sekolah harus membuka ruang agar siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga memperoleh gambaran bagaimana industri bekerja saat ini. Kami ingin anak-anak memahami bahwa teknologi, termasuk AI, harus menjadi alat untuk meningkatkan kompetensi mereka,” kata Agung.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ahmad Madani, praktisi pemasaran dan vokasi sekaligus praktisi AI Visibility dan Generative Engine Optimization (GEO). Madani mengajak peserta melihat kompetensi pemasaran saat ini tidak lagi cukup jika hanya berhenti pada kemampuan membuat postingan di media sosial.
Industri membutuhkan calon marketer yang mampu memahami konsumen, membaca customer journey, membuat konten yang relevan, memanfaatkan data, menggunakan AI secara tepat, serta memahami bagaimana sebuah brand dapat ditemukan dan dipercaya di tengah perubahan perilaku pencarian informasi.
“Dulu orang banyak mencari informasi dengan mengetik kata kunci di mesin pencari. Sekarang konsumen mulai bertanya langsung kepada AI. Mereka bisa bertanya produk apa yang cocok, sekolah mana yang direkomendasikan, tempat wisata mana yang menarik, sampai brand apa yang layak dipilih. Karena itu, dunia pemasaran harus mulai memahami bukan hanya SEO, tetapi juga AI Visibility dan GEO,” paparnya. (Zi/Har)

















