Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTPERISTIWASOSIAL POLITIK

PDI-P Respons Prabowo soal Kritik Keras: “Itu Bentuk Cinta pada Demokrasi dan Kepentingan Rakyat”

33
×

PDI-P Respons Prabowo soal Kritik Keras: “Itu Bentuk Cinta pada Demokrasi dan Kepentingan Rakyat”

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira. PDI-P
Anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira. PDI-P Foto: Dok.
Example 468x60

Prabowo Akui “Pilu” Dikritik PDI-P, Namun Nilai Sikap Oposisi Penting untuk Menjaga Check and Balances Pemerintahan

JAKARTA | Sentrapos.co.id – PDI Perjuangan (PDI-P) merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku kerap merasa “pilu” menerima kritik keras dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira menegaskan kritik yang selama ini disampaikan partainya merupakan bagian dari fungsi politik sebagai kekuatan di luar pemerintahan demi menjaga demokrasi dan memberikan alternatif kebijakan kepada pemerintah.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“PDI Perjuangan selama ini menjalankan fungsi sebagai partai politik di luar pemerintahan dan memberikan kritik-kritik positif untuk memberikan second opinion kepada pemerintah,” ujar Andreas di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut Andreas, kritik yang disampaikan PDI-P bukan bertujuan menjatuhkan pemerintah, melainkan sebagai bentuk pengawasan dan masukan agar kebijakan negara berjalan lebih baik serta berpihak kepada rakyat.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan rasa “pilu” atas kritik tajam kader PDI-P saat pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

“Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDI-P kadang-kadang kritiknya keras banget,” kata Prabowo yang disambut tawa peserta rapat.

Meski demikian, Presiden menegaskan dirinya memahami kritik tersebut merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi.

“Kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka, sebenarnya dia menyelamatkan kita,” ujar Prabowo.

PDI-P Tegaskan Kritik untuk Kepentingan Rakyat

Andreas menyebut Presiden Prabowo juga memahami bahwa kritik yang dilontarkan PDI-P memiliki tujuan baik untuk jalannya pemerintahan.

“Beliau juga menyampaikan bahwa banyak hal yang diperlukan dari pandangan-pandangan PDI Perjuangan. Kritik itu maksudnya baik dan selama ini memang itu yang kami lakukan,” katanya.

Senada dengan Andreas, Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI-P Aria Bima menilai sikap kritis partainya merupakan bagian dari mekanisme check and balances dalam demokrasi.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah harus tetap berpijak pada konstitusi, ideologi Pancasila, dan kepentingan rakyat.

“Marwah PDI Perjuangan adalah kritis dalam konteks check and balances. Itu juga bagian dari membela pemerintah, tetapi dengan cara yang benar,” ujar Aria Bima.

Ia menegaskan keberadaan partai politik di luar pemerintahan sangat penting untuk menjaga fungsi pengawasan terhadap kekuasaan.

Menurut Aria, parlemen membutuhkan kekuatan kritis yang mampu menghadirkan gagasan alternatif demi kepentingan rakyat.

“Partai di luar pemerintah harus mampu membunyikan suara-suara alternatif dan pikiran alternatif yang dianggap perlu untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Prabowo Apresiasi Sikap Oposisi PDI-P

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap PDI-P yang memilih berada di luar pemerintahan dan tetap menjalankan fungsi kontrol demokrasi.

“Saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDI-P. Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” kata Prabowo.

Pernyataan itu turut diperkuat Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad yang menyebut ucapan Presiden disampaikan secara tulus dari hati terdalamnya.

Menurut Dasco, Prabowo menghargai peran Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri beserta partainya dalam menjaga demokrasi melalui mekanisme pengawasan terhadap pemerintah.

“Penghargaan kepada Ibu Megawati dan PDI-P itu adalah ungkapan yang tulus untuk menghidupkan demokrasi,” ujar Dasco.

Dasco juga menilai kritik yang selama ini disampaikan kader PDI-P di parlemen bersifat konstruktif dan menjadi bagian penting dalam jalannya pemerintahan Presiden Prabowo.

Situasi tersebut dinilai menunjukkan dinamika politik nasional yang tetap berjalan dalam koridor demokrasi, di mana pemerintah dan oposisi sama-sama memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan. (*)


Poin Utama Berita

  • PDI-P merespons pernyataan Prabowo yang mengaku “pilu” menerima kritik keras.
  • Andreas Hugo Pareira menyebut kritik PDI-P sebagai bentuk fungsi politik oposisi.
  • PDI-P menegaskan kritik dilakukan demi kepentingan rakyat dan perbaikan kebijakan pemerintah.
  • Prabowo mengakui kritik oposisi penting dalam demokrasi.
  • Aria Bima menyebut sikap kritis PDI-P bagian dari mekanisme check and balances.
  • Prabowo menyampaikan terima kasih kepada PDI-P karena dinilai berjasa menjaga demokrasi.
  • Dasco menyebut apresiasi Prabowo kepada PDI-P disampaikan secara tulus.
  • Dinamika kritik antara pemerintah dan oposisi disebut memperkuat demokrasi Indonesia.