Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Penembakan di Jamuan Trump Gegerkan AS: Pelaku Bersenjata Lengkap Ditangkap, Diduga Incar Pejabat!

24
×

Penembakan di Jamuan Trump Gegerkan AS: Pelaku Bersenjata Lengkap Ditangkap, Diduga Incar Pejabat!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON D.C. | Sentrapos.co.id — Insiden penembakan mengejutkan terjadi di acara bergengsi Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang digelar di Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.

Peristiwa ini berlangsung di area dekat ballroom saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama sejumlah pejabat tinggi menghadiri jamuan makan malam tahunan tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Pelaku berhasil diamankan di lokasi kejadian sebelum memasuki area utama acara. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seorang agen Secret Service dilaporkan sempat terkena tembakan, namun selamat berkat perlindungan rompi antipeluru.

Identitas Pelaku Terungkap

Otoritas mengungkap pelaku bernama Cole Tomas Allen (31), warga Torrance, California. Ia kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan awal dari aparat penegak hukum, pelaku diduga memiliki niat menyerang pejabat yang terkait dengan pemerintahan Presiden Trump.

“Dari informasi awal, pelaku mengaku ingin menembak pejabat pemerintah,” ungkap sumber penegak hukum.

Namun demikian, motif pasti masih dalam tahap pendalaman dan belum disimpulkan secara resmi.

Bawa Senjata Lengkap, Aksi Digagalkan

Kepala Sementara Kepolisian Metropolitan D.C., Jeff Carroll, menyebut pelaku membawa sejumlah senjata saat mencoba menembus pengamanan.

“Senjata yang dibawa meliputi shotgun, pistol, serta beberapa pisau,” tegas Carroll.

Aparat keamanan bergerak cepat dan berhasil menghentikan pelaku sebelum memasuki lokasi utama acara. Pelaku kemudian diamankan dan dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Diduga Bertindak Sendiri (Lone Wolf)

Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa pelaku kemungkinan bertindak sendiri atau lone wolf.

“Pada tahap ini, tampaknya ia adalah pelaku tunggal,” ujar Carroll.

Pernyataan ini juga diperkuat oleh Presiden Donald Trump yang menyebut pelaku kemungkinan besar tidak terkait jaringan tertentu.

Latar Belakang Pelaku

Dari penelusuran awal, pelaku diketahui merupakan lulusan California Institute of Technology (Caltech) angkatan 2017.

Ia juga pernah bekerja di lembaga bimbingan belajar di Torrance dan sempat menerima penghargaan karyawan terbaik pada Desember 2024.

Meski demikian, status pekerjaan terakhir pelaku sebelum kejadian masih belum diketahui.

Proses Hukum Berjalan

Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, menyatakan pelaku akan menghadapi sejumlah dakwaan serius.

“Pelaku diduga berniat menimbulkan kerusakan dan korban sebanyak mungkin,” tegas Pirro.

Dakwaan awal meliputi penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan serta penyerangan terhadap aparat federal. Tidak menutup kemungkinan adanya tambahan dakwaan seiring berkembangnya penyelidikan.

Pelaku dijadwalkan menjalani sidang awal pada Senin (27/4/2026) di pengadilan federal.

Keamanan Diperketat, Investigasi Berlanjut

Pasca insiden, aparat keamanan langsung memperketat pengamanan di berbagai titik strategis di Washington D.C. Penggeledahan juga dilakukan di rumah pelaku di California untuk mengungkap kemungkinan motif dan jaringan yang terlibat.

Insiden ini kembali menjadi peringatan serius terkait ancaman keamanan terhadap pejabat tinggi negara, sekaligus menyoroti pentingnya sistem pengamanan berlapis dalam setiap acara kenegaraan. (*)


Poin Utama Berita

  • Penembakan terjadi di acara jamuan Gedung Putih di Washington Hilton
  • Pelaku berhasil ditangkap sebelum masuk area utama acara
  • Agen Secret Service sempat tertembak, selamat karena rompi
  • Pelaku: Cole Tomas Allen (31), warga California
  • Diduga berniat menyerang pejabat terkait pemerintahan Trump
  • Membawa shotgun, pistol, dan pisau
  • Diduga bertindak sendiri (lone wolf)
  • Akan menghadapi dakwaan berat di pengadilan federal
  • Sidang awal dijadwalkan 27 April 2026
error: Content is protected !!