BEKASI | Sentrapos.co.id — Kepolisian terus mengusut kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang. Proses penyidikan kini dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan dilakukan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kasus ini masih dalam tahap penyidikan dan kami berkoordinasi dengan KAI serta KNKT untuk mengungkap penyebab pasti,” ujar Budi, Rabu (29/4/2026).
Dugaan Human Error hingga Gangguan Sistem
Polisi saat ini mendalami kemungkinan adanya kelalaian manusia (human error) maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional kereta.
“Kami akan telusuri apakah ada human error atau kendala sistem. Semua akan dikaji melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan olah TKP,” tegasnya.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan penyebab utama kecelakaan secara objektif dan menyeluruh.
Penyelidikan Komprehensif
Budi menegaskan bahwa penyidik tengah menelusuri rangkaian peristiwa secara detail guna mengungkap kronologi secara utuh.
“Ini menjadi keprihatinan bersama. Penyidikan dilakukan secara komprehensif agar fakta sebenarnya terungkap,” ungkapnya.
Pendampingan Korban dan Imbauan Publik
Selain proses hukum, kepolisian juga memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga terdampak, baik secara medis maupun psikologis.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan konten sensitif terkait korban.
“Kami minta masyarakat tidak menyebarkan foto atau video korban karena berdampak psikologis bagi keluarga,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api dan mendahulukan perjalanan kereta.
Kronologi Singkat Insiden
Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang di kawasan Ampera, Bekasi Timur akibat gangguan listrik.
Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL, menyebabkan rangkaian KRL berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL dari belakang.
“Rangkaian peristiwa beruntun ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan penyebab kecelakaan,” demikian penegasan dalam proses investigasi.
Kesimpulan
Penyidikan kecelakaan kereta di Bekasi Timur masih terus berlangsung dengan fokus pada kemungkinan human error dan gangguan sistem.
Hasil investigasi diharapkan mampu mengungkap penyebab pasti sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan perkeretaapian nasional. (*)
Poin Utama Berita
- Polisi selidiki kecelakaan KRL vs Argo Bromo di Bekasi Timur
- 16 korban meninggal, puluhan luka-luka
- Dugaan human error dan gangguan sistem jadi fokus penyidikan
- Polisi libatkan KAI dan KNKT dalam investigasi
- Pemeriksaan saksi, barang bukti, dan olah TKP dilakukan
- Pendampingan korban dan keluarga terus dilakukan
- Imbauan tidak menyebarkan konten sensitif korban

















