MADRID | Sentrapos.co.id — Situasi internal Real Madrid memanas jelang akhir musim 2025/2026. Kegagalan meraih trofi utama memicu ketegangan serius di ruang ganti yang kini disebut dalam kondisi “chaos”.
Sejumlah konflik antar pemain dan pelatih mencuat ke publik, menandai musim yang jauh dari kata ideal bagi Los Blancos.
Ceballos vs Arbeloa: Konflik Memuncak
Ketegangan paling mencolok melibatkan Dani Ceballos dan pelatih Alvaro Arbeloa. Perselisihan terjadi setelah Ceballos tidak mendapatkan kesempatan bermain meski telah pulih dari cedera.
Pertemuan keduanya pada Kamis (30/4) justru memperkeruh suasana. Ceballos dikabarkan menolak berkomunikasi lagi dengan sang pelatih.
“Ceballos dipastikan tidak akan bermain lagi di sisa musim setelah konflik dengan pelatih,” ungkap laporan media Spanyol.
Ini menjadi konflik ketiga yang melibatkan Arbeloa, setelah sebelumnya bersitegang dengan Raul Asencio dan Dani Carvajal.
Ruediger Ikut Terseret Konflik
Situasi semakin panas dengan keterlibatan Antonio Ruediger. Bek asal Jerman itu disebut terlibat perselisihan dengan rekan setimnya di pusat latihan Valdebebas.
Sikap temperamental Ruediger menjadi sorotan dan dinilai memperkeruh kondisi ruang ganti.
Tanpa Trofi, Tekanan Meningkat
Musim ini menjadi salah satu periode terburuk bagi Real Madrid. Klub raksasa Spanyol tersebut hampir pasti menutup musim tanpa gelar:
- Tertinggal 11 poin dari Barcelona di LaLiga
- Tersingkir dari Copa del Rey
- Gugur di Liga Champions
Kondisi ini memicu tekanan besar dari internal maupun publik terhadap manajemen dan tim pelatih.
Mourinho Kembali? Pemain Khawatir
Di tengah kekacauan tersebut, muncul spekulasi kembalinya Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu.
Namun, kabar ini justru memicu kekhawatiran di kalangan pemain. Sejumlah pihak di ruang ganti disebut lebih menginginkan sosok Juergen Klopp yang dinilai lebih mampu menjaga stabilitas tim.
“Mourinho adalah bom waktu. Di ruang ganti seperti Madrid, konflik bisa terjadi kapan saja,” ungkap jurnalis Spanyol Gaston Alvarez.
Di sisi lain, Presiden klub Florentino Perez disebut memiliki pertimbangan berbeda. Kehadiran Mourinho dinilai dapat mengalihkan perhatian publik dari kegagalan tim dalam dua musim terakhir.
Krisis Internal di Ujung Musim
Kondisi ini memperlihatkan bahwa masalah Real Madrid bukan hanya soal performa di lapangan, tetapi juga krisis internal yang berpotensi berdampak panjang.
Jika tidak segera ditangani, konflik di ruang ganti bisa mempengaruhi masa depan skuad dan strategi klub dalam menghadapi musim berikutnya. (*)
Poin Utama Berita
- Real Madrid dilanda konflik internal jelang akhir musim
- Dani Ceballos ribut dengan pelatih Alvaro Arbeloa
- Ceballos dipastikan tidak bermain lagi musim ini
- Antonio Ruediger ikut terlibat ketegangan tim
- Madrid hampir pasti tanpa trofi musim 2025/2026
- Spekulasi kembalinya Jose Mourinho memicu pro-kontra
- Pemain lebih memilih Juergen Klopp dibanding Mourinho
- Krisis ruang ganti jadi ancaman serius bagi masa depan klub

















