Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Rusia Hujani Kyiv dengan 675 Drone dan 56 Rudal, Pertahanan Udara Ukraina Kewalahan Alternatif Judul SEO & CTR Tinggi:

40
×

Rusia Hujani Kyiv dengan 675 Drone dan 56 Rudal, Pertahanan Udara Ukraina Kewalahan Alternatif Judul SEO & CTR Tinggi:

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KYIV | Sentrapos.co.id – Serangan besar-besaran Rusia terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menunjukkan celah serius dalam sistem pertahanan udara Ukraina di tengah perang berkepanjangan yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Dalam serangan udara yang berlangsung selama tujuh jam, Rusia meluncurkan ratusan drone dan puluhan rudal ke berbagai wilayah strategis di Kyiv. Serangan tersebut menghancurkan blok apartemen dan menewaskan sedikitnya 24 orang.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan AFP, Rusia menembakkan sebanyak 675 drone dan 56 rudal dalam serangan masif tersebut.

Meski sistem pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat sebagian besar drone, sejumlah rudal Rusia tetap berhasil menembus pertahanan dan menghantam sasaran di ibu kota.

“Kerusakan sebenarnya disebabkan oleh rudal, terutama di Kyiv,” kata penasihat Menteri Pertahanan Ukraina, Sergii Beskrestnov, usai serangan terjadi.

Belasan Rudal Rusia Lolos dari Pertahanan Udara

Angkatan Udara Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh hampir seluruh drone Rusia, kecuali 22 unit. Namun, sebanyak 15 rudal Rusia dilaporkan berhasil lolos dari sistem pertahanan udara dan menghantam sejumlah titik penting.

Sistem pertahanan udara Ukraina saat ini mengandalkan kombinasi pengacau elektronik, meriam antipesawat, helikopter tempur, jet tempur, hingga drone penangkap khusus.

Namun, serangan terbaru Rusia memperlihatkan bahwa sistem anti-rudal canggih buatan Barat masih memiliki keterbatasan, terutama dalam menghadapi rudal balistik berkecepatan tinggi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji kemampuan angkatan udara negaranya dalam menghadapi gelombang drone Rusia. Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah mempertahankan wilayah dari serangan rudal balistik.

“Tantangan tersulit adalah bertahan melawan rudal balistik,” ujar Zelensky.

Zelensky kembali mendesak negara-negara Barat untuk mempercepat bantuan militer, termasuk melalui sistem pembelian senjata PURL yang digunakan sekutu Kyiv untuk membeli persenjataan dari Amerika Serikat.

Inggris Percepat Pengiriman Sistem Pertahanan

Pasca serangan besar tersebut, Menteri Pertahanan Inggris John Healey langsung memerintahkan percepatan pengiriman sistem pertahanan udara dan anti-drone untuk membantu Ukraina.

Namun, situasi global yang semakin memanas turut memperparah krisis pasokan amunisi pertahanan udara Ukraina.

Perang di Timur Tengah membuat sekutu Amerika Serikat mengalihkan sebagian besar stok amunisi untuk melindungi kawasan Teluk, sehingga pasokan ke Ukraina menjadi semakin terbatas.

Salah satu amunisi paling penting bagi Ukraina adalah rudal sistem Patriot buatan AS yang memiliki harga sekitar 4 juta dollar AS atau setara Rp70 miliar per unit.

Amerika Serikat sendiri hanya mampu memproduksi sekitar 600 unit rudal Patriot per tahun, sementara beberapa rudal sekaligus terkadang diperlukan untuk menjatuhkan satu rudal balistik Rusia.

“Peluru kendali itu kini semakin sulit ditemukan,” ungkap seorang pejabat senior Ukraina kepada AFP.

Ukraina Mulai Kekurangan Amunisi

Beberapa hari sebelum serangan terbaru Rusia terjadi, perwakilan Angkatan Udara Ukraina mengakui bahwa penggunaan amunisi pertahanan udara mulai dibatasi akibat masalah pasokan.

Kondisi tersebut diperparah oleh gelombang serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina sepanjang musim dingin yang menguras stok pertahanan udara negara itu.

Bahkan, menurut pejabat Ukraina, pihak angkatan udara kini harus bernegosiasi dengan sekutu Barat hanya untuk memperoleh tambahan lima hingga sepuluh rudal bagi sistem pertahanan seperti Patriot.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap kemampuan Ukraina mempertahankan wilayah udaranya jika serangan besar Rusia terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. (*)


Poin Utama Berita

  • Rusia meluncurkan 675 drone dan 56 rudal ke Kyiv dalam serangan selama tujuh jam.
  • Sedikitnya 24 orang tewas akibat serangan udara besar-besaran tersebut.
  • Ukraina berhasil menembak jatuh hampir seluruh drone Rusia.
  • Sebanyak 15 rudal Rusia berhasil menembus pertahanan udara Ukraina.
  • Zelensky mengakui rudal balistik menjadi ancaman paling sulit dihadapi.
  • Inggris mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara untuk Ukraina.
  • Stok amunisi Patriot Ukraina mulai menipis akibat keterbatasan pasokan.
  • Konflik Timur Tengah memperburuk krisis amunisi pertahanan udara Ukraina.