Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Tragedi Gunung Dukono: 3 Pendaki Tewas Terjebak Erupsi, 2 WNA Singapura dan 1 WNI

71
×

Tragedi Gunung Dukono: 3 Pendaki Tewas Terjebak Erupsi, 2 WNA Singapura dan 1 WNI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

HALMAHERA UTARA | Sentrapos.co.id — Tragedi erupsi Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, memakan korban jiwa. Sebanyak tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak letusan hebat Gunung Dukono pada Jumat pagi (8/5/2026).

Dari tiga korban tewas tersebut, dua di antaranya merupakan warga negara Singapura (WNA), sementara satu korban lainnya adalah warga negara Indonesia (WNI) asal Jayapura yang telah lama menetap di Ternate.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi terkait proses evakuasi para pendaki.

“Ada 3 orang: 2 WNA dan 1 warga Jayapura yang sudah lama di Ternate,” ujar AKBP Erlichson Pasaribu, Jumat (8/5/2026).

Korban WNA Singapura diketahui bernama Sahnaz dan Timo. Ketiga jenazah hingga kini masih berada di kawasan puncak Gunung Dukono karena proses evakuasi terkendala kondisi medan dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi.

15 Pendaki Selamat, 2 Orang Bantu Tim SAR

Dari total 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi, sebanyak 15 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat menuju Pos Pengamatan Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara.

Sementara dua pendaki lainnya memilih tetap berada di atas untuk membantu tim SAR dalam proses evakuasi korban meninggal dunia.

“15 orang sudah ada di pos pengamatan, 2 orang masih di atas untuk membantu Tim SAR melakukan evakuasi,” jelas Kapolres.

Tim SAR gabungan bersama TNI, Polri, Basarnas, relawan dan petugas vulkanologi kini masih berupaya mencapai lokasi korban di kawasan puncak gunung.

Evakuasi Terkendala Medan dan Aktivitas Vulkanik

Kapolres mengungkapkan jarak antara pos pengamatan dengan lokasi korban diperkirakan mencapai lebih dari 10 kilometer dengan medan berat dan berbahaya.

Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih berlangsung membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Yang meninggal masih di puncak. Jarak dari titik pos pengamatan sekitar 10 kilometer dan sementara belum dievakuasi, masih diupayakan,” katanya.

Gunung Dukono Berstatus Waspada

Gunung Dukono yang memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut saat ini berada pada Status Level II atau Waspada.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya telah mengeluarkan larangan aktivitas pendakian dan meminta masyarakat tidak memasuki radius bahaya sejauh 4 kilometer dari bibir kawah Malupang Warirang.

Namun diduga para pendaki tetap nekat memasuki kawasan berbahaya tanpa pelaporan resmi kepada petugas.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm serius mengenai risiko pendakian ilegal di kawasan gunung api aktif yang sedang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. (*)


Poin Utama Berita

  • Gunung Dukono di Halmahera Utara meletus pada Jumat 8 Mei 2026.
  • Tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia akibat erupsi.
  • Dua korban merupakan WNA Singapura bernama Sahnaz dan Timo.
  • Satu korban lainnya adalah WNI asal Jayapura yang tinggal di Ternate.
  • Sebanyak 15 pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat.
  • Dua pendaki masih membantu Tim SAR di kawasan atas gunung.
  • Jenazah korban masih berada di puncak Gunung Dukono.
  • Evakuasi terkendala medan berat dan aktivitas vulkanik.
  • Gunung Dukono berstatus Level II atau Waspada.
  • PVMBG sebelumnya telah melarang pendakian radius 4 kilometer dari kawah.