Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNISPERISTIWA

Mentan Amran: Stok Beras RI Cetak Rekor 5,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

14
×

Mentan Amran: Stok Beras RI Cetak Rekor 5,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GRESIK | Sentrapos.co.id – Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menyebut stok cadangan beras nasional saat ini mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Hal itu disampaikan Amran saat meninjau Gudang Bulog Pergudangan Bumi Maspion Romokalisari, Gresik, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Menurutnya, stok beras yang tersimpan di Bulog kini mencapai 5,3 juta ton dan diproyeksikan masih akan terus bertambah dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan bulan depan atau akhir bulan bisa mencapai 5,5 juta ton,” kata Amran.

Cadangan Beras Tertinggi Sepanjang RI Berdiri

Amran menegaskan capaian tersebut menjadi rekor baru dalam sejarah ketahanan pangan nasional sejak Indonesia merdeka.

Ia juga menyebut peningkatan stok pangan nasional berjalan beriringan dengan membaiknya kesejahteraan petani di berbagai daerah.

“Ini adalah cadangan beras tertinggi selama Republik ini merdeka,” tegasnya.

Menurut Amran, indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP), kata dia, disebut mencapai level tertinggi dalam 33 tahun terakhir berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kesejahteraan petani meningkat. NTP-nya tertinggi selama 33 tahun sesuai data BPS,” ujarnya.

Sektor Pertanian Disebut Melonjak di Era Prabowo

Dalam kesempatan itu, Amran juga memaparkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian yang diklaim meningkat signifikan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saat serah terima pemerintahan, sektor pertanian tumbuh 0,67 persen. Sekarang naik menjadi 5,7 persen, tertinggi selama 25 tahun dan mungkin tertinggi sepanjang sejarah,” jelasnya.

Amran menegaskan seluruh data yang disampaikan berasal dari lembaga resmi nasional maupun internasional, bukan sekadar klaim pemerintah semata.

Data Produksi Diakui FAO dan Amerika Serikat

Mentan menyebut data produksi beras Indonesia saat ini juga diakui oleh organisasi pangan dunia FAO dan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

Berdasarkan data tersebut, produksi beras Indonesia disebut mencapai sekitar 34,6 juta ton.

“FAO mengatakan 36 juta ton, USDA menyebut 34,6 juta ton. Jadi bukan kata Kementerian Pertanian atau Menteri Pertanian, tetapi data dunia,” tegas Amran.

Ia menambahkan, capaian stok beras nasional saat ini jauh melampaui rekor sebelumnya yang terjadi pada 1984 saat Indonesia mendapat penghargaan FAO di era Presiden Soeharto.

“Dulu stok tertinggi 2,6 juta ton tahun 1984. Sekarang di era Bapak Prabowo kita mencapai 5,3 juta ton,” tandasnya.

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Menguat

Pemerintah menilai lonjakan stok beras nasional menjadi bukti penguatan ketahanan pangan nasional dalam satu tahun terakhir.

Selain menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, peningkatan produksi juga diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan petani dan mengurangi ketergantungan impor.

Capaian ini sekaligus menjadi sorotan positif di tengah tantangan global terkait krisis pangan dan perubahan iklim yang memengaruhi produksi pertanian dunia. (*)


Poin Utama Berita

  • Mentan Amran menyebut stok beras Bulog mencapai 5,3 juta ton.
  • Cadangan beras nasional diklaim tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
  • Pemerintah memproyeksikan stok bisa naik menjadi 5,5 juta ton.
  • Nilai Tukar Petani (NTP) disebut tertinggi dalam 33 tahun terakhir.
  • Pertumbuhan sektor pertanian diklaim mencapai 5,7 persen di era Prabowo.
  • Data produksi beras Indonesia disebut diakui FAO dan USDA.
  • Rekor stok saat ini melampaui capaian tahun 1984 di era Presiden Soeharto.