SURABAYA | Sentrapos.co.id — Kasus penyekapan lansia asal Kelurahan Pacar Keling, Surabaya, bernama Kusnadi Chandra (80), mengungkap fakta mengejutkan sekaligus memilukan.
Pelaku utama bernama Lisa Andriana (31), yang diketahui merupakan pacar anak korban, diduga menjadi otak di balik aksi penyekapan selama hampir satu tahun yang disertai pengurasan harta korban hingga miliaran rupiah.
Yang paling mengejutkan, korban sama sekali tidak mengetahui bahwa Lisa adalah dalang utama penculikan tersebut.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan, Lisa memainkan sandiwara dengan sangat rapi hingga korban percaya bahwa dirinya juga merupakan korban penyekapan.
“Korban sampai detik terakhir tidak tahu bahwa tersangka itulah aktor yang menculik dia,” ujar Kombes Luthfie, Jumat (8/5/2026).
Menurut polisi, sejak awal Lisa sengaja membuat skenario seolah dirinya juga disandera oleh komplotan pelaku dan ditempatkan di ruangan berbeda.
“Tersangka menyatakan seolah-olah dia juga disekap para pelaku dan ditempatkan di kamar yang berbeda,” jelasnya.
Korban Sempat Minta Polisi Selamatkan Pelaku
Ironisnya, saat tim kepolisian berhasil membebaskan Kusnadi dari apartemen di kawasan Mulyorejo, Surabaya, korban justru meminta polisi turut menyelamatkan Lisa yang dikiranya sesama korban penculikan.
“Korban mengatakan: tolong selamatkan juga pacarnya anak saya, si L itu,” ungkap Kapolrestabes.
Kasus ini bermula dari kedekatan Lisa dengan keluarga korban melalui hubungan asmaranya dengan Agus Pranoto, anak Kusnadi.
Karena telah dipercaya keluarga, Lisa dengan mudah menguasai akses rumah, kartu ATM, hingga informasi harta milik korban.
Keluarga Dibohongi Selama Hampir Setahun
Saat Kusnadi menghilang sejak Oktober 2025, keluarga sempat menanyakan keberadaannya kepada Lisa.
Namun Lisa dengan tenang menyusun cerita bohong untuk menghilangkan kecurigaan.
“Dijawab oleh pacarnya bahwa engkong lagi jalan-jalan keliling Indonesia menikmati hari tua,” kata Luthfie menirukan hasil pemeriksaan.
Kecurigaan keluarga mulai muncul setelah korban tak kunjung pulang selama berbulan-bulan dan Lisa mendadak menghilang serta mengganti nomor telepon pada Februari 2026.
Uang Rp 2 Miliar dan Emas 1 Kg Raib
Selama korban disekap, Kusnadi dipindahkan ke beberapa lokasi tanpa alat komunikasi dan hanya diberi makanan setiap hari.
Sementara itu, Lisa diduga menikmati hidup mewah menggunakan uang milik korban, bahkan disebut sempat tinggal di hotel dengan tarif sekitar Rp 2 juta per malam.
Polisi mengungkap ATM korban terus dikuasai dan dikuras pelaku hingga mencapai sekitar Rp 2 miliar.
Tak hanya itu, emas dan perhiasan milik korban seberat sekitar 1 kilogram juga dilaporkan hilang.
“ATM terus dipegang tersangka dan dikuras sampai kurang lebih Rp2 miliar. Emas dan perhiasan sekitar 1 kilogram juga sudah tidak ada,” tegas Luthfie.
Polisi Buru Pelaku Lain
Lisa Andriana akhirnya ditangkap polisi pada 16 April 2026 bersama seorang perempuan bernama Naily yang diduga membantu aksi penyekapan.
Keduanya kini telah ditahan dan dijerat pasal berlapis terkait penyekapan dan pencurian dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Polisi juga masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi penculikan dan penyekapan tersebut.
“Kami sedang mendalami pelaku-pelaku lain termasuk dua orang yang menyekap korban,” pungkas Luthfie. (*)
Poin Utama Berita
- Lansia Surabaya disekap hampir satu tahun oleh pacar anaknya sendiri.
- Pelaku utama Lisa Andriana berpura-pura menjadi korban penyekapan.
- Korban tidak menyadari Lisa adalah dalang penculikan.
- Polisi menemukan korban di apartemen kawasan Mulyorejo.
- ATM korban dikuras hingga sekitar Rp2 miliar.
- Emas dan perhiasan sekitar 1 kilogram dilaporkan hilang.
- Lisa membohongi keluarga dengan alasan korban sedang keliling Indonesia.
- Pelaku sempat hidup mewah menggunakan uang korban.
- Polisi menangkap Lisa dan rekannya Naily pada April 2026.
- Polisi masih memburu pelaku lain yang terlibat penyekapan.

















