LOUISIANA | Sentrapos.co.id — Amerika Serikat kembali diguncang tragedi penembakan massal yang memilukan. Seorang pria dilaporkan menembak mati delapan anak, tujuh di antaranya merupakan anak kandungnya sendiri, dalam insiden yang terjadi di Shreveport, negara bagian Louisiana, Minggu (19/4) waktu setempat.
Peristiwa tragis ini terjadi di tiga lokasi berbeda dalam satu kawasan, menjadikannya salah satu insiden penembakan paling mematikan di Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.
Korban terdiri dari delapan anak berusia antara 3 hingga 11 tahun, yakni tiga laki-laki dan lima perempuan. Mereka termasuk tujuh saudara kandung serta satu sepupu.
Polisi merespons laporan suara tembakan sekitar pukul 06.00 pagi di kawasan Cedar Grove. Petugas kemudian menemukan korban di dua rumah di West 79th Street dan satu rumah lainnya di Harrison Street.
“Ini adalah lokasi kejadian yang sangat luas dengan banyak anak meninggal di tempat,” ujar Kopral Polisi Shreveport, Chris Bordelon.
Pelaku diidentifikasi sebagai Shamar Elkins (31), seorang mantan anggota militer. Polisi menyebut motif penembakan berkaitan dengan konflik rumah tangga.
Sebelum menembak anak-anak, pelaku diduga lebih dulu menembak istrinya yang mengalami luka kritis. Ia kemudian berpindah lokasi dan melanjutkan aksinya.
Dua perempuan dewasa turut menjadi korban dalam peristiwa ini dan mengalami luka serius yang mengancam jiwa.
Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dilaporkan selamat meski mengalami patah tulang setelah berusaha melarikan diri dengan melompat dari atap rumah.
Menurut kesaksian warga, pelaku sempat terlihat melarikan diri usai kejadian.
“Saya melihat dia berlari keluar rumah, itu sangat mengerikan,” kata seorang warga setempat.
Riwayat pelaku juga menjadi sorotan. Ia pernah ditangkap pada 2019 dalam kasus senjata api dan diketahui pernah bertugas selama tujuh tahun di Louisiana Army National Guard.
Aksi brutal tersebut berakhir setelah pelaku ditembak mati oleh polisi usai melakukan pembajakan kendaraan dan terlibat kejar-kejaran.
Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, menyatakan kejadian ini mengguncang seluruh kota.
“Ini mengguncang seluruh kota. Ini berdampak bagi kita semua,” tegasnya.
Data Gun Violence Archive mencatat, hingga saat ini telah terjadi sedikitnya 114 penembakan massal di Amerika Serikat sepanjang tahun ini, menunjukkan tingginya angka kekerasan bersenjata di negara tersebut. (*)
Poin Utama Berita
- Penembakan massal terjadi di Shreveport, Louisiana
- Pelaku adalah ayah korban, mantan tentara AS
- Delapan anak tewas, tujuh di antaranya anak kandung pelaku
- Insiden terjadi di tiga rumah berbeda
- Motif diduga konflik rumah tangga
- Dua perempuan dewasa turut menjadi korban luka serius
- Satu anak selamat setelah melompat dari atap
- Pelaku tewas ditembak polisi usai kejar-kejaran
- Total 114 penembakan massal terjadi di AS tahun ini

















