Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Trump Perintahkan Tembak Kapal Penebar Ranjau di Selat Hormuz, Ketegangan AS-Iran Memanas

50
×

Trump Perintahkan Tembak Kapal Penebar Ranjau di Selat Hormuz, Ketegangan AS-Iran Memanas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON | Sentrapos.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan instruksi tegas kepada Angkatan Laut AS untuk menindak kapal-kapal yang diduga memasang ranjau di Selat Hormuz.

Perintah tersebut disampaikan langsung melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, sebagai respons atas meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran strategis dunia itu.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Jangan ada keraguan sedikit pun,” tulis Trump dalam pernyataannya, Kamis (23/4/2026).

Instruksi ini menandai eskalasi signifikan dalam kebijakan militer AS di kawasan Teluk, terutama terkait konflik dengan Iran yang terus memanas.

Selain perintah penindakan, Trump juga mengungkapkan bahwa operasi penyisiran ranjau di Selat Hormuz tengah digencarkan secara besar-besaran.

“Penyapu ranjau kita sedang bekerja. Saya perintahkan peningkatan aktivitas hingga tiga kali lipat,” tegasnya.

Eskalasi Konflik di Jalur Energi Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global. Gangguan di wilayah ini berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Langkah agresif ini diambil setelah laporan adanya aktivitas kapal-kapal kecil yang diduga milik Iran, yang memasang ranjau dan menyerang kapal tanker.

Dalam beberapa hari terakhir, dilaporkan terjadi serangan terhadap tiga kapal tanker, di mana dua di antaranya bahkan dipaksa masuk ke perairan Iran.

Ancaman “Armada Nyamuk” Iran

Meski sebelumnya AS mengklaim telah melumpuhkan kapal perang utama Iran, ancaman masih datang dari armada kecil yang dikenal sebagai “mosquito fleet” milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Armada ini terdiri dari kapal cepat berukuran kecil yang lincah dan sulit dideteksi, namun efektif dalam melakukan serangan taktis di perairan sempit seperti Selat Hormuz.

“Kapal kecil ini justru menjadi ancaman utama karena mobilitas dan taktik serangan cepatnya,” menjadi perhatian utama militer AS.

Pada awal konflik, Trump sempat meremehkan ancaman dari kapal cepat Iran. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan perubahan sikap yang lebih agresif dan responsif terhadap situasi di lapangan.

Dampak Global dan Risiko Konflik Meluas

Peningkatan aktivitas militer di Selat Hormuz memicu kekhawatiran global terkait potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Jika eskalasi terus berlanjut, gangguan terhadap jalur distribusi minyak dunia dapat memicu lonjakan harga energi dan ketidakstabilan ekonomi global.

“Selat Hormuz adalah urat nadi energi dunia. Setiap gangguan akan berdampak luas secara global,” menjadi perhatian para analis geopolitik. (*)


Poin Utama Berita

  • Donald Trump perintahkan tembak kapal penebar ranjau di Selat Hormuz
  • Operasi penyisiran ranjau ditingkatkan hingga tiga kali lipat
  • Ketegangan AS-Iran kembali memanas di kawasan Teluk
  • Kapal kecil Iran (“mosquito fleet”) jadi ancaman utama
  • Tiga kapal tanker dilaporkan diserang dalam beberapa hari terakhir
  • Selat Hormuz jadi jalur vital distribusi energi global
  • Risiko konflik meluas dan berdampak pada ekonomi dunia
error: Content is protected !!