Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWAVIRAL

VIRAL! Jawaban Benar Siswa SMAN 1 Pontianak Malah Disalahkan di Lomba MPR RI, Juri Jadi Sorotan

33
×

VIRAL! Jawaban Benar Siswa SMAN 1 Pontianak Malah Disalahkan di Lomba MPR RI, Juri Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PONTIANAK | Sentrapos.co.id – Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak menjadi sorotan publik usai cuplikan pertandingan finalnya viral di media sosial.

Kontroversi muncul setelah juri lomba disebut menyatakan salah jawaban yang sebenarnya benar dari tim SMAN 1 Pontianak. Kejadian itu memicu kritik dari warganet dan memunculkan pertanyaan terkait objektivitas penilaian dalam ajang tingkat provinsi tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Peristiwa tersebut terjadi dalam babak final yang mempertemukan tiga sekolah, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau pada 9 Mei 2026.

Dalam tayangan video yang beredar luas di media sosial, tim SMAN 1 Pontianak justru mendapat pengurangan nilai sebesar 5 poin karena jawabannya dianggap keliru oleh dewan juri.

Namun tak lama kemudian, jawaban serupa diberikan oleh tim SMAN 1 Sambas dan justru dinyatakan benar sehingga memperoleh tambahan nilai 10 poin.

Keputusan tersebut langsung memicu polemik dan menjadi bahan perdebatan publik di berbagai platform digital.

“Jawabannya sama, tapi satu dianggap salah dan satu lagi dinilai benar. Ini yang bikin publik mempertanyakan objektivitas penilaian,” tulis salah satu komentar warganet yang viral di media sosial.

Nama Juri Jadi Sorotan

Juri yang disebut memberikan keputusan pengurangan nilai terhadap tim SMAN 1 Pontianak diketahui bernama Dyastasita Widya Budi.

Dyastasita diketahui menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi pada Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI.

Dalam struktur Aparatur Sipil Negara (ASN), ia memiliki pangkat Pembina Utama dengan golongan IV/e.

Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Dyastasita merupakan lulusan Sarjana Sosial dan pernah menempuh pendidikan Magister Ilmu Administrasi Negara di STIA Lembaga Administrasi Negara Jakarta pada tahun 2012.

Harta Kekayaan Juri Ikut Disorot

Di tengah viralnya kontroversi tersebut, publik juga menyoroti laporan harta kekayaan Dyastasita Widya Budi yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan laporan terakhir per 31 Desember 2025, total kekayaan Dyastasita tercatat sebesar Rp581,22 juta.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding laporan tahun sebelumnya yang mencapai Rp598,6 juta.

Sebagian besar kekayaan Dyastasita berasal dari aset properti berupa tiga bidang tanah dan bangunan di Jakarta dengan total nilai sekitar Rp697,12 juta.

Aset tersebut meliputi properti di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Dalam laporan LHKPN, Dyastasita juga menyatakan tidak memiliki kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor.

Selain aset properti, ia tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1,67 juta serta utang sebesar Rp117 juta.

Publik Minta Evaluasi Penilaian

Kontroversi ini memicu desakan publik agar penyelenggara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI melakukan evaluasi terhadap sistem penilaian dan profesionalitas dewan juri.

Banyak pihak menilai kompetisi tingkat pelajar seharusnya menjunjung tinggi objektivitas, transparansi, dan sportivitas agar tidak merugikan peserta didik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara maupun dewan juri terkait viralnya keputusan tersebut.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik dan berpotensi memicu evaluasi lebih luas terhadap pelaksanaan lomba pendidikan tingkat nasional maupun daerah. (*)


Poin Utama Berita

  • Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Kalbar viral di media sosial.
  • Tim SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai karena jawaban dianggap salah.
  • Jawaban serupa dari SMAN 1 Sambas justru dinyatakan benar.
  • Publik mempertanyakan objektivitas keputusan dewan juri.
  • Juri yang disorot bernama Dyastasita Widya Budi.
  • Dyastasita merupakan pejabat di Sekretariat Jenderal MPR RI.
  • LHKPN Dyastasita ikut menjadi sorotan publik.
  • Warganet meminta evaluasi sistem penilaian lomba.