MAGELANG | Sentrapos.co.id – Sebuah video memperlihatkan aksi seorang pendaki Gunung Andong yang membawa speaker aktif sambil mendaki viral di media sosial dan menuai sorotan tajam warganet. Aksi tersebut dinilai mengganggu ketenangan pendaki lain di jalur pendakian hingga puncak gunung.
Video yang diunggah salah satunya oleh akun Instagram @infokabarmagelang itu memperlihatkan seorang pemuda berjalan santai sambil menggendong speaker kotak yang terus memutar musik sepanjang perjalanan pendakian.
Dalam unggahan tersebut, warganet menilai aksi itu tidak menghormati alam dan pendaki lain yang mencari ketenangan.
“Katanya naik gunung buat healing… ternyata ada yang niat buka cabang konser di ketinggian,” tulis keterangan unggahan tersebut, Kamis (23/4/2026).
Di dalam video, speaker tersebut terus menyala dari jalur awal pendakian hingga puncak Gunung Andong. Suara musik yang keras disebut mengganggu kenyamanan pendaki lain di lokasi.
Banyak warganet kemudian memberikan komentar negatif dan meminta adanya penertiban lebih ketat terhadap barang bawaan pendaki di gunung tersebut.
Menanggapi viralnya video tersebut, pengelola Basecamp Gunung Andong via Pendem, Khoirul, mengakui adanya kelalaian pengawasan.
“Iya, orang ini lolos dari pengawasan, penjaganya kecolongan,” ujar Khoirul, Kamis (23/4/2026).
Pihak pengelola menyatakan akan memperketat aturan pendakian untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.
Selain itu, pengelola juga menegaskan sejumlah larangan ketat bagi pendaki Gunung Andong, termasuk membawa minuman keras, narkoba, alat musik, speaker aktif, hingga benda berbahaya lainnya.
“Dilarang membawa alat musik, speaker, music box, sound, dan lain-lain. Juga dilarang membawa tisu basah, kembang api, flare, serta pendakian tanpa izin,” tegas Khoirul.
Pihak pengelola berharap kesadaran pendaki untuk menjaga etika dan kelestarian alam semakin meningkat, sehingga Gunung Andong tetap menjadi destinasi wisata alam yang nyaman dan tertib. (*)
POIN UTAMA BERITA
- Pendaki Gunung Andong bawa speaker viral di media sosial
- Musik keras ganggu kenyamanan pendaki lain
- Pengelola basecamp akui kecolongan pengawasan
- Aturan pendakian akan diperketat
- Larangan: speaker, alat musik, narkoba, flare, dan tanpa izin
- Warganet desak penertiban etika pendakian gunung

















