TEKNO | Sentrapos.co.id — Wacana aturan baru Uni Eropa yang mewajibkan smartphone menggunakan baterai lepas-pasang mulai 2027 mulai memicu respons dari berbagai produsen global, termasuk Xiaomi.
Xiaomi Indonesia akhirnya buka suara terkait aturan tersebut, meski belum memberikan sikap tegas mengenai dampaknya terhadap produk yang dipasarkan di Indonesia.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menyampaikan bahwa pihaknya masih belum dapat memberikan komentar lebih lanjut terkait penyesuaian regulasi tersebut.
“Terkait hal tersebut, saat ini kami belum dapat memberikan komentar lebih lanjut. Namun pada prinsipnya, setiap produk Xiaomi yang dipasarkan akan selalu disesuaikan dan memenuhi regulasi yang berlaku di masing-masing negara, termasuk Indonesia,” ujar Andi, Kamis (23/4).
Aturan Baru Uni Eropa: HP Wajib Pakai Baterai Lepas Pasang
Kebijakan baru Uni Eropa mewajibkan produsen elektronik, termasuk smartphone, untuk menghadirkan baterai yang dapat dilepas oleh pengguna tanpa alat khusus mulai 2027.
Regulasi ini merupakan bagian dari kebijakan Right to Repair, yang bertujuan mengurangi limbah elektronik dan memperpanjang usia pakai perangkat.
Tujuan Regulasi: Ramah Lingkungan dan Konsumen
Aturan ini tidak hanya fokus pada desain perangkat, tetapi juga mendorong:
- Pengurangan limbah elektronik
- Kemudahan perbaikan perangkat
- Peningkatan hak konsumen
- Efisiensi penggunaan baterai jangka panjang
Dampak Global: Tidak Hanya Eropa
Meski hanya berlaku di Uni Eropa, dampaknya diperkirakan akan berskala global karena sistem produksi smartphone umumnya dilakukan secara massal.
Hal ini serupa dengan kebijakan USB Type-C yang akhirnya memengaruhi desain iPhone generasi terbaru.
Bukan Kembali ke Era HP Jadul
Regulasi ini tidak serta-merta mengembalikan smartphone ke desain lama dengan casing baterai yang mudah dilepas tanpa standar.
Sebaliknya, produsen tetap diperbolehkan menggunakan sistem sekrup atau pengait khusus, selama mereka menyediakan alat pembuka resmi dalam paket penjualan.
Dampak ke Perangkat Lain
Selain smartphone dan tablet, aturan ini juga berpotensi memengaruhi:
- Kacamata pintar (smart glasses)
- Perangkat wearable
- Konsol game generasi baru seperti Nintendo Switch 2
Industri Smartphone Menuju Desain Baru
Jika regulasi ini diterapkan secara luas, industri smartphone global diprediksi akan mengalami perubahan besar pada desain internal perangkat, terutama pada sistem baterai dan perakitan. (*)
Poin Utama Berita
- Xiaomi Indonesia belum beri kepastian soal dampak aturan baterai lepas-pasang
- Uni Eropa wajibkan baterai bisa diganti mulai 2027
- Kebijakan masuk program Right to Repair
- Tujuan: kurangi limbah elektronik & tingkatkan perbaikan perangkat
- Dampak global diperkirakan meluas ke luar Eropa
- Tidak sepenuhnya kembali ke desain HP lama
- Aturan juga menyasar wearable dan konsol game

















