Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISPERISTIWAWISATA & KULINER

Revolusi Kelas Ekonomi! Air New Zealand Hadirkan Tempat Tidur Susun di Pesawat, Penumpang Bisa Rebahan Nyaman

37
×

Revolusi Kelas Ekonomi! Air New Zealand Hadirkan Tempat Tidur Susun di Pesawat, Penumpang Bisa Rebahan Nyaman

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AUCKLAND | Sentrapos.co.id – Terobosan besar di dunia penerbangan kembali hadir. Maskapai asal Selandia Baru, Air New Zealand, resmi memperkenalkan inovasi tempat tidur susun untuk penumpang kelas ekonomi di pesawat terbarunya.

Fasilitas revolusioner ini diberi nama Economy Skynest, dan akan tersedia pada armada Boeing 787-9 Dreamliner. Layanan ini dijadwalkan mulai dapat dipesan pada 18 Mei 2026, untuk penerbangan tertentu mulai November mendatang.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Konsep ini menghadirkan enam pod tidur yang disusun menyerupai tempat tidur bertingkat, memungkinkan penumpang kelas ekonomi merasakan kenyamanan istirahat layaknya di kabin premium.

Setiap pod dilengkapi kasur, bantal, selimut, tirai privasi, sabuk pengaman, lampu baca, hingga port pengisian daya. Tak hanya itu, maskapai juga menyediakan paket amenitas demi menunjang kenyamanan selama penerbangan jarak jauh.

Standar Kebersihan dan Kenyamanan Dijaga Ketat

Pihak maskapai menegaskan bahwa kebersihan menjadi prioritas utama. Setiap sesi penggunaan akan diikuti dengan penggantian seprai, bantal, dan selimut secara menyeluruh.

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap penumpang mendapatkan pengalaman tidur yang higienis dan nyaman.

“Kami ingin memberikan lebih banyak penumpang kesempatan untuk benar-benar beristirahat dalam penerbangan jarak ultra-jauh,” ujar Chief Executive Air New Zealand, Nikhil Ravishankar.

Dirancang Berdasarkan Riset Pola Tidur

Menariknya, fasilitas ini tidak dibuat sembarangan. Durasi penggunaan pod dibatasi selama empat jam, berdasarkan riset pola tidur manusia.

“Satu siklus tidur rata-rata berlangsung 90 menit. Dengan empat jam, penumpang punya waktu untuk relaksasi, tidur, dan bangun lebih segar,” jelas pihak maskapai.

Untuk menikmati fasilitas ini, penumpang dikenakan biaya sekitar 495 dolar AS atau setara Rp8,5 juta per sesi.

Fokus Penerbangan Jarak Ultra-Jauh

Inovasi ini akan difokuskan pada rute jarak jauh, termasuk penerbangan ekstrem sekitar 17 jam yang menghubungkan John F. Kennedy International Airport dengan Auckland, salah satu rute terpanjang di dunia.

Sebelumnya, Air New Zealand juga sukses menghadirkan konsep Skycouch, yakni tiga kursi ekonomi yang bisa diubah menjadi tempat berbaring—yang kemudian menginspirasi maskapai lain seperti United Airlines.

Kini, dengan hadirnya Skynest, standar kenyamanan penerbangan kelas ekonomi diprediksi akan berubah secara global.

Era Baru Kenyamanan Terbang

Inovasi ini menjadi bukti bahwa maskapai terus berlomba meningkatkan pengalaman penumpang, bahkan di kelas ekonomi sekalipun.

Dengan hadirnya tempat tidur susun di pesawat, perjalanan jarak jauh tak lagi identik dengan kelelahan ekstrem—melainkan pengalaman yang lebih manusiawi, nyaman, dan efisien. (*)


Poin Utama Berita

  • Air New Zealand hadirkan tempat tidur susun di kelas ekonomi (Economy Skynest)
  • Tersedia di pesawat Boeing 787-9 Dreamliner
  • Terdiri dari 6 pod tidur dengan fasilitas lengkap dan privasi
  • Bisa dipesan mulai 18 Mei 2026 untuk penerbangan November
  • Biaya sekitar USD 495 atau Rp8,5 juta per sesi 4 jam
  • Dirancang berdasarkan riset siklus tidur manusia
  • Fokus untuk penerbangan jarak ultra-jauh hingga 17 jam
  • Berpotensi mengubah standar kenyamanan penerbangan ekonomi global