TIMUR TENGAH | Sentrapos.co.id — Empat negara besar mayoritas Muslim yakni Pakistan, Mesir, Turkiye, dan Arab Saudi tengah menggodok wacana pembentukan aliansi pertahanan baru yang disebut-sebut memiliki format mirip NATO (North Atlantic Treaty Organization).
Menurut laporan The New Arab (23/4/2026), inisiatif ini muncul sebagai respons atas meningkatnya eskalasi militer Israel serta kekhawatiran terhadap konsep ekspansi wilayah yang disebut sebagai “Israel Raya” di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini tidak hanya sebatas wacana. Indikasi kerja sama militer mulai terlihat melalui latihan gabungan pasukan khusus antara Mesir dan Pakistan yang kini berlangsung intensif.
“Segera setelah serangan itu, negara-negara Arab menyadari bahwa mereka tidak akan pernah kebal dari serangan Israel,” ujar analis politik independen Mesir, Islam Mansi.
Titik Balik Keamanan Timur Tengah
Menurut analis, serangan udara Israel ke Doha pada September 2025 menjadi titik balik yang mengubah lanskap keamanan regional. Peristiwa tersebut memicu ketidakpercayaan terhadap sistem keamanan yang selama ini bergantung pada kekuatan eksternal seperti Amerika Serikat.
Sejak itu, koordinasi antarnegara meningkat tajam, termasuk dalam forum diplomatik seperti Antalya Diplomacy Forum di Turkiye.
“Negara-negara ini kini mulai merancang ulang strategi keamanan mereka secara kolektif,” demikian laporan pengamat geopolitik.
Kekuatan Besar Jika Terwujud
Secara gabungan, keempat negara ini memiliki potensi kekuatan besar dengan populasi mencapai sekitar 500 juta jiwa dan total PDB sekitar 3,87 triliun dolar AS.
Analis politik Arab Saudi, Omar Saif, menilai jika aliansi ini benar-benar terbentuk, maka akan menjadi kekuatan penyeimbang baru di kawasan.
“Aliansi ini dapat mengerem ambisi regional Israel,” ujarnya.
Latihan Militer dan Konsolidasi Strategis
Latihan militer gabungan yang dilakukan Pakistan dan Mesir disebut sebagai sinyal awal penguatan kerja sama pertahanan. Aktivitas ini diperkirakan akan melibatkan Turkiye dan Arab Saudi dalam skema lanjutan.
Selain aspek militer, negara-negara ini juga mulai menyelaraskan kebijakan keamanan dan diplomasi regional pasca meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Tantangan Besar di Depan
Meski terlihat menjanjikan, pembentukan aliansi ini tidak mudah. Sejumlah tantangan besar masih membayangi, termasuk perbedaan kepentingan politik, sejarah konflik diplomatik, hingga ketergantungan militer pada Amerika Serikat.
Namun, sebagian analis menilai Washington kemungkinan tidak akan menolak jika aliansi ini justru mampu meredam eskalasi perang di kawasan. (*)
Poin Utama Berita
- Pakistan, Mesir, Turkiye, dan Arab Saudi bahas aliansi pertahanan mirip NATO
- Respons atas eskalasi militer Israel di Timur Tengah
- Latihan militer gabungan mulai intensif dilakukan
- Serangan Israel ke Doha jadi titik balik keamanan regional
- Potensi kekuatan gabungan: 500 juta populasi & $3,87 triliun PDB
- Tantangan: politik internal, sejarah konflik, dan pengaruh AS

















