JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah menegaskan tidak akan meninggalkan batu bara sebagai sumber energi utama di tengah ketidakpastian global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemanfaatan batu bara masih menjadi langkah strategis demi menjaga stabilitas pasokan dan harga listrik nasional.
“Saya putuskan, batu bara jalan saja dulu. Ini bicara tentang survival mode. Jangan kita korbankan rakyat dengan harga listrik yang tinggi,” tegas Bahlil, Minggu (3/5/2026).
ADVERTISEMENTADVERTISEMENT
Batu Bara Jadi Penyangga Stabilitas Energi
Kementerian ESDM mencatat produksi batu bara nasional mencapai 790 juta ton pada 2025. Dari jumlah tersebut:
- Sekitar 254 juta ton digunakan untuk kebutuhan domestik
- Sebanyak 514 juta ton diekspor untuk mendukung devisa negara
Bahlil menegaskan, batu bara masih menjadi tulang punggung pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menopang kebutuhan energi nasional.
Di tengah dorongan transisi energi, pemerintah memilih pendekatan realistis dengan tetap menjaga keseimbangan antara energi terbarukan dan energi fosil.
Dunia Kembali ke Batu Bara, RI Kebanjiran Permintaan
Fenomena global menunjukkan bahwa sejumlah negara maju kembali melirik batu bara sebagai sumber energi alternatif.
“Sekarang Amerika membuka opsi batu bara, Eropa juga. Bahkan ada permintaan ke Indonesia hingga 20 juta ton per tahun,” ungkap Bahlil.
Lonjakan permintaan ini dinilai sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai eksportir energi global sekaligus menjaga pemasukan negara.
Minyak Rusia Segera Masuk, Stok BBM Diamankan
Selain batu bara, pemerintah juga memastikan ketahanan energi melalui impor minyak mentah, termasuk dari Rusia.
“Yang paling penting adalah stok kita aman. Minyak Rusia sebentar lagi masuk,” kata Bahlil.
Minyak mentah tersebut akan diolah di kilang dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), baik solar maupun bensin berbagai oktan.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang mempengaruhi pasokan energi dunia.
Prioritas Utama: Ketersediaan Energi untuk Rakyat
Bahlil menegaskan bahwa dalam situasi global yang tidak menentu, prioritas utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Dalam kondisi seperti ini, negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” tegasnya.
Selain BBM, pemerintah juga memastikan stok LPG nasional dalam kondisi aman.
“Stok LPG kita saat ini berada di atas standar minimum nasional,” tambah Bahlil.
Strategi Energi: Realistis dan Berbasis Ketahanan
Kebijakan ini menunjukkan arah strategi energi nasional yang lebih pragmatis:
- Menjaga batu bara sebagai penopang utama listrik
- Mengamankan impor minyak untuk stabilitas BBM
- Memanfaatkan peluang ekspor energi
- Menjamin ketersediaan energi domestik
Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat tidak terdampak lonjakan harga energi global.
Pemerintah menegaskan, ketahanan energi bukan sekadar target, tetapi kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat. (*)
Poin Utama Berita
- Bahlil tegaskan batu bara tetap digunakan demi stabilitas energi nasional
- Produksi batu bara Indonesia mencapai 790 juta ton pada 2025
- Permintaan global meningkat, Eropa minta pasokan hingga 20 juta ton
- Pemerintah masuk “survival mode” untuk menjaga harga listrik tetap stabil
- Minyak mentah Rusia segera masuk untuk memperkuat stok BBM
- Fokus utama pemerintah adalah menjamin ketersediaan energi nasional
- Stok LPG nasional dipastikan aman di atas batas minimum
- Strategi energi Indonesia mengedepankan keseimbangan dan ketahanan

















