Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALPERISTIWA

Banjir Rob Rendam Surabaya! Jalan Kalimas Tergenang 25 Cm, BMKG Ungkap Penyebabnya

89
×

Banjir Rob Rendam Surabaya! Jalan Kalimas Tergenang 25 Cm, BMKG Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Banjir rob kembali melanda sejumlah wilayah pesisir Kota Surabaya, Rabu (22/4/2026) siang. Genangan air terpantau muncul di beberapa titik strategis, seperti Jalan Kalimas hingga kawasan Kalianak, yang berdampak pada aktivitas warga dan arus lalu lintas.

Berdasarkan laporan lapangan, ketinggian air di Jalan Kalimas mencapai sekitar 25 sentimeter, menyebabkan kendaraan melaju lebih lambat dari biasanya.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Saat ini di Jalan Kalimas ketinggian air mencapai 25 cm akibat kenaikan muka air laut (rob) ditambah hujan sedang yang memperparah genangan,” ujar Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno.

Genangan Meluas ke Permukiman Warga

Tak hanya di Jalan Kalimas, genangan air juga dilaporkan meluas ke kawasan Kalianak, termasuk area permukiman warga. Ketinggian air di wilayah ini rata-rata mencapai sekitar 15 sentimeter.

Kondisi ini cukup mengganggu aktivitas harian masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir dan sekitar pelabuhan.

BMKG Ungkap Penyebab Banjir Rob

Menurut BMKG, banjir rob kali ini dipicu oleh fenomena alam berupa fase bulan baru dan posisi bulan yang berada pada titik terdekat dengan bumi (perigee). Kondisi ini menyebabkan peningkatan ketinggian air laut secara signifikan.

“Banjir rob biasanya terjadi saat fase bulan baru atau purnama. Air laut mulai naik sekitar pukul 10.30 hingga 12.00 WIB,” jelas Sutarno.

Selain itu, curah hujan dengan intensitas sedang yang terjadi bersamaan turut memperparah kondisi genangan di sejumlah titik.

Dampak dan Imbauan untuk Masyarakat

Banjir rob tidak hanya berdampak pada lalu lintas, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, seperti:

  • Aktivitas bongkar muat di pelabuhan
  • Kegiatan tambak garam
  • Perikanan darat

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di wilayah terdampak.

“Air rob bersifat korosif, sehingga masyarakat dan pengendara diminta berhati-hati saat melintas di area tergenang,” tegasnya.

Warga diharapkan terus memantau informasi cuaca dan pasang surut air laut guna mengantisipasi potensi banjir rob susulan. (*)


 Poin Utama Berita

  • Banjir rob melanda Surabaya pada 22 April 2026
  • Jalan Kalimas tergenang hingga 25 cm, lalu lintas melambat
  • Kawasan Kalianak ikut terdampak, genangan capai 15 cm
  • Penyebab utama: fase bulan baru dan fenomena perigee
  • Hujan sedang memperparah kondisi banjir rob
  • Aktivitas warga dan ekonomi pesisir terganggu
  • BMKG imbau masyarakat waspada terhadap air rob yang korosif