Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS | PILIHAN EDITORHUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Eks Waka BGN Sony Sonjaya Siap Bongkar ‘Nama-Nama Besar’ Kasus Korupsi MBG, Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator

29
×

Eks Waka BGN Sony Sonjaya Siap Bongkar ‘Nama-Nama Besar’ Kasus Korupsi MBG, Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Klaim Hanya Jalankan Perintah, Sebut Ada Tokoh Eksekutif dan Legislatif yang Diduga Terlibat

JAKARTA | Sentrapos.co.id

Perkembangan terbaru kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyita perhatian publik. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, menyatakan siap membuka fakta-fakta baru dan mengungkap keterlibatan sejumlah “nama besar” dalam perkara yang kini ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).

Langkah tersebut diwujudkan dengan pengajuan diri sebagai Justice Collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar perkara secara lebih luas.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony menegaskan dirinya bukan aktor utama dalam dugaan praktik penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sebagaimana yang berkembang di ruang publik.

“Pak Sony menyatakan siap menjadi Justice Collaborator. Tekad ini sudah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Kejaksaan,” ujar Krisna Murti kepada wartawan.

Menurut Krisna, kliennya merasa selama ini menjadi pihak yang paling disalahkan dalam dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), padahal menurut pengakuannya terdapat pihak lain yang memiliki peran lebih besar.

“Menurut Pak Sony, beliau berada dalam tekanan dan ada atensi dari nama-nama besar yang nantinya akan disampaikan dalam persidangan. Beliau menegaskan bahwa dirinya bukan otak dari dugaan praktik tersebut,” kata Krisna.

Klaim Ada Tokoh Besar dari Kalangan Eksekutif dan Legislatif

Pernyataan Sony Sonjaya semakin menarik perhatian setelah kuasa hukumnya mengungkap adanya dugaan keterlibatan sejumlah tokoh dari kalangan eksekutif maupun legislatif.

Tulisan tangan pada secarik kertas berisi ccapan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, kepada Nanik S Deyang yang kini jadi Kepala BGN. (Tangkapan layar instagram @sonysonjayabd)
Tulisan tangan pada secarik kertas berisi ccapan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, kepada Nanik S Deyang yang kini jadi Kepala BGN. (Tangkapan layar instagram @sonysonjayabd)

Meski demikian, identitas pihak-pihak yang dimaksud belum diungkap secara terbuka dan disebut akan disampaikan dalam proses persidangan.

“Menurut klien saya yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya,” tegas Krisna Murti.

Ia menjelaskan, pengajuan Justice Collaborator secara resmi akan disampaikan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung pada Senin (8/6/2026).

Krisna berharap langkah tersebut dapat membantu penyidik mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara yang merugikan keuangan negara tersebut.

Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Sebagai Tersangka

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan tiga pejabat tinggi Badan Gizi Nasional sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tahun anggaran 2025-2026.

Ketiga tersangka tersebut yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, serta Lodewyk Pusung.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program MBG ditemukan adanya dugaan penyimpangan pada proses penunjukan yayasan mitra SPPG.

Menurut penyidik, sejumlah yayasan yang ditunjuk diduga memiliki keterkaitan dengan petinggi BGN dan tidak memenuhi syarat administratif sebagai mitra pelaksana program.

“Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP,” ungkap Syarief Sulaeman Nahdi.

Dicopot Presiden, Sehari Kemudian Jadi Tersangka

Kasus ini menjadi perhatian nasional karena penetapan tersangka dilakukan hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung dari jabatannya di Badan Gizi Nasional.

Pada Rabu (4/6/2026), tim penyidik Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor BGN Jakarta Pusat dan sejumlah lokasi lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Di hari yang sama, ketiga pejabat itu diperiksa intensif sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Rumah Tahanan Salemba untuk kepentingan penyidikan.

Prabowo Akui Sedih, Sebut Sudah Terima Laporan Dugaan Penyelewengan

Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih atas kasus yang menjerat orang-orang yang sebelumnya dipercaya menjalankan program strategis nasional tersebut.

Namun demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin mencampuri proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya sebetulnya sedih karena terpaksa mengganti orang-orang yang saya percaya dan saya beri tugas penting untuk negara. Tetapi mereka sedang menghadapi proses penyelidikan hukum sehingga saya tidak boleh banyak berkomentar,” ujar Prabowo.

Prabowo juga mengungkap bahwa dirinya telah menerima sejumlah laporan terkait indikasi penyimpangan di lingkungan BGN dan meminta verifikasi langsung kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis kini menjadi salah satu perkara yang paling menyita perhatian publik karena berkaitan dengan program prioritas nasional yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Dengan langkah Sony Sonjaya yang siap menjadi Justice Collaborator, publik kini menunggu apakah fakta-fakta baru dan nama-nama yang disebut memiliki keterlibatan akan benar-benar terungkap dalam proses persidangan mendatang. (*)

Poin Utama Berita

  • Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya siap menjadi Justice Collaborator.
  • Sony mengklaim bukan otak utama dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis.
  • Kuasa hukum menyebut ada “nama-nama besar” yang akan dibuka di persidangan.
  • Dugaan keterlibatan tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif mulai mencuat.
  • Permohonan Justice Collaborator akan diajukan ke Kejagung pada 8 Juni 2026.
  • Kejagung telah menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka.
  • Penyidik menemukan dugaan afiliasi yayasan mitra SPPG dengan petinggi BGN.
  • Presiden Prabowo mengaku sedih atas kasus yang menjerat mantan pejabat BGN.
  • BPKP dan PPATK disebut turut dilibatkan dalam penelusuran indikasi penyimpangan.
  • Kasus MBG menjadi salah satu perkara korupsi terbesar yang mendapat perhatian publik sepanjang 2026.