Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIINVESTIGASI & SOROTPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

BGN Klarifikasi Kebutuhan 19.000 Sapi Program MBG Hanya Simulasi, Dadan Hindayana: Bukan Kondisi Riil

44
×

BGN Klarifikasi Kebutuhan 19.000 Sapi Program MBG Hanya Simulasi, Dadan Hindayana: Bukan Kondisi Riil

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, meluruskan polemik terkait pernyataannya mengenai kebutuhan 19.000 ekor sapi untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa angka tersebut hanyalah simulasi perhitungan, bukan kebutuhan riil di lapangan.

Dadan menjelaskan, perhitungan tersebut dibuat berdasarkan skenario jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak memasak menu berbahan daging sapi.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti masak sapi, itu tinggal dijumlahkan,” ujar Dadan, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, dalam satu kali proses memasak, kebutuhan daging sapi di satu SPPG bisa mencapai sekitar 350–382 kilogram, sehingga secara perhitungan kasar setara dengan satu ekor sapi per proses memasak.

Namun demikian, BGN menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan menu seragam secara nasional dalam program MBG. Kebijakan tersebut sengaja dihindari untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mencegah lonjakan permintaan bahan pokok di pasar.

Dalam penjelasannya, Dadan juga menyoroti pengalaman saat pelaksanaan program makan bergizi pada momen nasional sebelumnya. Lonjakan konsumsi telur dalam jumlah besar sempat berdampak pada kenaikan harga di pasar.

“Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, BGN kini menerapkan pendekatan fleksibel dengan menyesuaikan menu berdasarkan potensi sumber daya lokal serta preferensi masyarakat di masing-masing daerah.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan gizi masyarakat, stabilitas harga pangan, serta keberlanjutan pasokan bahan makanan di tingkat daerah. (*)


Poin Utama Berita

  • BGN klarifikasi kebutuhan 19.000 sapi hanya simulasi perhitungan
  • Tidak ada kebijakan menu seragam nasional dalam program MBG
  • Perhitungan didasarkan pada skenario seluruh SPPG memasak daging sapi
  • 1 SPPG diperkirakan butuh 350–382 kg daging sapi per masak
  • Pengalaman konsumsi telur sempat memicu kenaikan harga pasar
  • BGN terapkan pendekatan fleksibel berbasis potensi lokal
error: Content is protected !!