TEHERAN | SENTRAPOS.CO.ID — Pemerintah China kembali mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut atau berpindah ke wilayah yang lebih aman.
Imbauan darurat ini disampaikan menyusul meningkatnya risiko keamanan akibat eskalasi konflik yang dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Kamis (24/4/2026), Kedutaan Besar China di Iran mengakui bahwa sebagian wilayah udara Iran telah kembali dibuka untuk penerbangan. Namun demikian, kondisi keamanan di lapangan dinilai belum sepenuhnya stabil dan masih sangat berisiko.
“Situasi regional tetap rapuh, sementara kondisi keamanan masih kompleks dan sangat fluktuatif,” tegas pernyataan resmi otoritas diplomatik China.
Pemerintah China juga meminta seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaan secara maksimal selama berada di wilayah Iran. Mereka diimbau menjauhi lokasi-lokasi sensitif yang berpotensi menjadi target serangan, seperti gedung pemerintahan dan fasilitas militer.
Selain itu, warga yang memilih tetap bertahan diminta segera menghubungi otoritas setempat atau perwakilan diplomatik China apabila menghadapi kondisi darurat.
“Warga negara diminta untuk menghindari area berisiko tinggi dan segera mencari perlindungan apabila situasi memburuk,” lanjut pernyataan tersebut.
Lebih jauh, pemerintah China memberikan peringatan tegas terhadap warganya yang mengabaikan imbauan ini. Risiko keamanan disebut meningkat signifikan, terutama bagi mereka yang tetap bepergian ke Iran di tengah konflik.
Dalam kondisi tertentu, otoritas China juga menegaskan bahwa bantuan konsuler mungkin tidak dapat diberikan secara maksimal bagi warga yang tetap nekat memasuki wilayah konflik.
Sebagai catatan, peringatan serupa sebelumnya telah dikeluarkan pada 27 Februari 2026, hanya sehari sebelum dimulainya serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Perkembangan ini semakin mempertegas bahwa situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih berada dalam kondisi yang tidak menentu dan berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas. (*)
Poin Utama Berita
- China keluarkan peringatan darurat untuk warganya di Iran
- Konflik dipicu serangan AS dan Israel, situasi makin tidak stabil
- Wilayah udara Iran sebagian dibuka, tapi keamanan masih fluktuatif
- Warga diminta menjauhi lokasi sensitif dan rawan serangan
- Risiko tinggi bagi warga yang tetap bertahan atau bepergian ke Iran
- Bantuan konsuler bisa terbatas bagi yang melanggar imbauan
- Peringatan ini merupakan lanjutan sejak konflik memanas Februari 2026

















