SURABAYA | Sentrapos.co.id — Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersiap membangun Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di wilayah pesisir utara Jawa Timur, meliputi Kabupaten Tuban, Gresik, dan Lamongan.
Rencana strategis tersebut dibahas langsung oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, saat bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (24/4/2026).
Didit menegaskan, proyek GSW saat ini masih dalam tahap penelitian dan asesmen mendalam sebelum masuk ke tahap pembangunan.
“GSW sedang dilaksanakan penelitian dan asesmen, seperti apa nanti dibangun di tengah laut sekitar 4 sampai 6 kilometer dari bibir pantai,” ujar Didit.
Dibangun Jauh dari Permukiman Warga
Berbeda dengan tanggul konvensional, GSW tidak akan dibangun di garis pantai yang dekat dengan permukiman warga. Proyek ini dirancang berada cukup jauh di tengah laut guna meminimalisir dampak sosial sekaligus memaksimalkan fungsi perlindungan pesisir.
Setelah tahap penelitian rampung, pemerintah akan langsung mengakselerasi pembangunan melalui dua skema paralel, yakni program dan infrastruktur.
“Ada dua program, groundbreaking program dan groundbreaking infrastruktur yang akan dikerjakan secara bersamaan,” jelasnya.
Fokus Atasi Abrasi, Rob, dan Ancaman Lingkungan
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Isa Anshori, menjelaskan bahwa pembangunan GSW bertujuan utama untuk menekan laju abrasi dan banjir rob yang semakin mengancam kawasan pesisir Pantura.
Selain itu, wilayah tersebut juga menghadapi tekanan lingkungan serius, seperti penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut.
“Penurunan muka tanah bisa mencapai 1 sampai 20 sentimeter per tahun, ditambah kenaikan permukaan laut dan gelombang pasang ekstrem,” ungkap Isa.
Kombinasi Infrastruktur dan Ekosistem
Menariknya, konsep GSW tidak sepenuhnya berupa bangunan fisik seperti tanggul beton. Pemerintah juga akan mengintegrasikan pendekatan berbasis ekosistem, termasuk pemanfaatan mangrove untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
“Tidak semua berbentuk fisik. Ada juga pendekatan ekosistem seperti mangrove untuk mempertahankan kondisi lingkungan pesisir,” jelasnya.
Struktur tanggul sendiri diproyeksikan memiliki kedalaman mencapai 8 hingga 15 meter, dengan desain teknis yang masih dalam tahap finalisasi.
Menunggu Finalisasi dari Pemerintah Pusat
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih menunggu detail final dari pemerintah pusat sebelum melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku usaha.
“Sekarang masih finalisasi program. Setelah itu baru akan disampaikan ke masyarakat,” pungkasnya.
Proyek GSW sendiri masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi krisis lingkungan di wilayah pesisir utara Jawa Timur. (*)
Poin Utama Berita
- KKP akan bangun Giant Sea Wall (GSW) di Pantura Jatim (Tuban, Gresik, Lamongan)
- Lokasi tanggul berada 4–6 km dari bibir pantai
- Proyek masih tahap penelitian dan asesmen
- Dibangun jauh dari permukiman untuk minimalkan dampak sosial
- Target utama: cegah abrasi dan banjir rob
- Ancaman lingkungan: penurunan tanah hingga 20 cm per tahun
- Konsep gabungan: infrastruktur fisik dan ekosistem (mangrove)
- Proyek termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN)
- Menunggu finalisasi sebelum sosialisasi ke masyarakat

















