Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Prabowo Setujui Ekspor 250 Ribu Ton Pupuk ke Australia, Indonesia Disebut Surplus Produksi

33
×

Prabowo Setujui Ekspor 250 Ribu Ton Pupuk ke Australia, Indonesia Disebut Surplus Produksi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | SENTRAPOS.CO.ID – Pemerintah Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto resmi menyetujui pengiriman pupuk ke Australia sebanyak 250 ribu ton. Kebijakan ini menjadi sorotan karena menunjukkan posisi Indonesia yang kini dinilai memiliki kelebihan produksi pupuk nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa permintaan pupuk dari sejumlah negara seperti India, Filipina, Brasil, hingga Australia terus meningkat. Namun, baru Australia yang telah mendapatkan persetujuan pengiriman secara resmi dari pemerintah.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Beberapa negara meminta kepada Indonesia, India, Filipina maupun Australia. Bapak Presiden (Prabowo) sudah memberikan kepada Australia 250 ribu ton,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (23/4).

Airlangga menegaskan bahwa meskipun terdapat peluang ekspor, pemerintah tetap memastikan ketersediaan pupuk dalam negeri berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Berdasarkan data PT Pupuk Indonesia per 20 April 2026, total stok pupuk nasional mencapai sekitar 1,18 juta ton, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Kita menetapkan harga untuk industri tertentu termasuk pupuk yang dijaga USD 6,5 dolar sehingga dengan demikian pupuk kita surplus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Airlangga menilai kondisi ini mencerminkan ketahanan sektor strategis Indonesia, terutama pangan, energi, dan kelistrikan, yang relatif stabil di tengah dinamika global.

Kapasitas Produksi Besar, Indonesia Berpotensi Ekspor Terukur

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat kapasitas produksi nasional mencapai 14,65 juta ton per tahun, yang terdiri dari urea, NPK, ZA, dan ZK. Dari kapasitas tersebut, terdapat potensi surplus yang dapat dialokasikan untuk ekspor secara terukur.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah tetap pada kebutuhan dalam negeri sebelum melakukan ekspor ke luar negeri.

“Kita Indonesia akan mengutamakan kebutuhan pupuk dalam negeri. Setelah kita hitung, ada ekses atau kelebihan sekitar 1,5 juta ton yang bisa kita ekspor ke luar negeri,” ungkapnya. (*)


Poin Utama Berita

  • Presiden Prabowo setujui ekspor 250 ribu ton pupuk ke Australia
  • India, Filipina, dan Brasil juga ajukan permintaan pupuk
  • Stok pupuk nasional dinyatakan aman 1,18 juta ton
  • Indonesia disebut mengalami surplus produksi pupuk
  • Kapasitas produksi mencapai 14,65 juta ton per tahun
  • Prioritas tetap untuk kebutuhan dalam negeri sebelum ekspor
error: Content is protected !!