Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Citra Israel Anjlok di Dunia, Tel Aviv Siapkan Rp12,6 Triliun untuk Propaganda Global

26
×

Citra Israel Anjlok di Dunia, Tel Aviv Siapkan Rp12,6 Triliun untuk Propaganda Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEL AVIV | Sentrapos.co.id — Citra Israel di mata dunia internasional disebut mengalami penurunan tajam menyusul agresi militer dan krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Jalur Gaza.

Di tengah meningkatnya tekanan global, pemerintah Israel dikabarkan menyiapkan anggaran fantastis sebesar US$730 juta atau sekitar Rp12,6 triliun untuk memperkuat program propaganda diplomasi atau hasbara demi memperbaiki citra negaranya di dunia internasional.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Laporan tersebut diungkap media Israel The Jerusalem Post yang mengutip data dari Middle East Monitor.

Menurut laporan itu, anggaran program propaganda Israel tahun depan meningkat drastis hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2023, Israel diketahui mengalokasikan sekitar US$150 juta atau setara Rp2,6 triliun untuk aktivitas propaganda internasional.

Kenaikan anggaran tersebut bahkan disebut mencapai hampir 20 kali lipat dibandingkan periode sebelum 2023.

Dana jumbo itu masuk dalam anggaran nasional Israel yang disahkan pada Maret 2026 dan akan dikelola melalui Direktorat Diplomasi Publik Nasional.

Lembaga tersebut memiliki tugas utama membentuk opini publik internasional terkait kebijakan dan citra Israel di tengah tekanan global yang terus meningkat.

“Anggaran program propaganda diplomasi Israel akan naik hingga empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” tulis laporan The Jerusalem Post.

Lonjakan anggaran propaganda itu muncul bersamaan dengan menurunnya tingkat dukungan internasional terhadap Israel, termasuk di Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai sekutu utamanya.

Survei terbaru Pew Research Center yang dipublikasikan pada April 2026 menunjukkan sekitar 60 persen warga dewasa Amerika Serikat kini memiliki pandangan negatif terhadap Israel.

Angka itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 53 persen.

Bahkan dibandingkan hasil survei tahun 2022, penurunan citra Israel disebut mencapai hampir 20 poin.

Saat ini hanya sekitar 32 persen responden di AS yang masih memandang Israel secara positif.

“Sebanyak 80 persen Demokrat dan independen yang cenderung Demokrat kini memandang Israel secara negatif,” demikian hasil survei Pew Research Center.

Lembaga survei Gallup juga mencatat tren serupa. Dalam survei Februari 2026, sebanyak 41 persen warga Amerika menyatakan lebih bersimpati kepada Palestina, sementara hanya 36 persen yang berpihak kepada Israel.

Gallup menyebut tingkat popularitas Israel kini mendekati titik terendah dalam sejarah survei mereka.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran serius di internal lembaga strategis Israel sendiri.

Institut Studi Keamanan Nasional di Tel Aviv bahkan memperingatkan adanya “krisis yang semakin dalam” terhadap posisi Israel di mata publik Amerika Serikat, khususnya di kalangan generasi muda dan kelompok Demokrat.

Selain tekanan opini publik, Israel juga disebut menghadapi ancaman meningkatnya isolasi diplomatik dan boikot ekonomi global.

Laporan lain menyebut sejumlah perusahaan, institusi akademik, hingga organisasi masyarakat sipil mulai mengurangi kerja sama dan hubungan dengan Israel sebagai bentuk protes terhadap konflik Gaza.

Pengamat menilai, langkah Israel menggelontorkan dana propaganda dalam jumlah besar menunjukkan besarnya kekhawatiran pemerintah terhadap merosotnya legitimasi internasional mereka di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah. (*)


Poin Utama Berita

  • Israel siapkan dana Rp12,6 triliun untuk propaganda global.
  • Anggaran propaganda naik empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
  • Program hasbara diarahkan memperbaiki citra Israel di dunia internasional.
  • Survei menunjukkan citra Israel di AS terus menurun.
  • Sebanyak 60 persen warga AS kini berpandangan negatif terhadap Israel.
  • Gallup mencatat simpati warga AS lebih besar kepada Palestina.
  • Israel menghadapi tekanan opini publik dan ancaman boikot internasional.
  • Institut strategis Israel memperingatkan krisis dukungan global semakin dalam.
  • Konflik Gaza disebut menjadi faktor utama penurunan citra Israel.
  • Isolasi diplomatik terhadap Israel disebut makin meningkat.