SURABAYA | Sentrapos.co.id — Aksi besar-besaran pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya, Selasa (28/4/2026), menyebabkan kemacetan parah di sejumlah ruas utama kota. Massa yang tergabung dalam Aliansi DOBRAK (Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal) bergerak dari kawasan Ahmad Yani menuju DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura.
Kepadatan lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan Raya Wonokromo hingga Jalan Raya Darmo akibat pergerakan ratusan massa aksi.
“Kami menuntut keadilan tarif dan sanksi tegas bagi aplikator yang melanggar aturan,” tegas perwakilan massa aksi.
Lalin Dialihkan, Pengendara Diminta Hindari Jalur Tengah Kota
Pantauan di lapangan, aparat kepolisian tidak melakukan penyekatan, namun mengalihkan arus kendaraan ke Jalan Diponegoro untuk menghindari penumpukan di pusat kota.
Massa aksi melintasi sejumlah titik strategis seperti:
- Jalan Raya Wonokromo
- Jalan Raya Darmo
- Jalan Basuki Rahmat
- Jalan Embong Malang
- Jalan Bubutan
- Hingga DPRD Jatim di Jalan Indrapura
Kondisi ini membuat arus lalu lintas tersendat dan pengendara diimbau mencari jalur alternatif.
Tiga Tuntutan Utama Driver Ojol
Aksi yang diikuti driver roda dua dan roda empat ini membawa tiga tuntutan utama kepada pemerintah:
- Mendesak DPRD Jatim menerbitkan perda sanksi tegas terhadap aplikator
- Menuntut Gubernur Jatim memberikan sanksi sosial bagi pelanggar aturan
- Menghapus program tarif murah yang dinilai merugikan driver
“Program tarif murah dari aplikator sangat merugikan driver. Ini harus dihentikan,” ujar koordinator aksi.
Dishub Jatim Siap Kawal Aturan Tarif
Dalam aksi tersebut, massa juga mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur. Pihak Dishub menegaskan komitmennya untuk mengawal penerapan tarif sesuai Surat Keputusan Gubernur.
Ainur Rofiq menyatakan bahwa aturan tarif akan diperkuat melalui peraturan daerah yang memiliki sanksi tegas.
“Kami akan kawal hingga lahir perda yang memiliki konsekuensi sanksi bagi aplikator yang melanggar,” tegasnya.
Selain itu, Dishub juga telah melayangkan surat imbauan kepada Gojek Indonesia dan InDrive agar mematuhi ketentuan tarif sesuai regulasi.
Aksi Berlanjut, Publik Diminta Antisipasi Kemacetan
Aksi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga siang hari. Masyarakat yang hendak melintas di kawasan pusat kota Surabaya diimbau untuk menghindari jalur terdampak.
“Kami fokus mengawal aspirasi driver demi keadilan ekonomi transportasi online,” tegas massa aksi. (*)
Poin Utama Berita
- Demo ojol Surabaya sebabkan kemacetan di jalur utama kota
- Massa bergerak menuju DPRD Jatim dari Ahmad Yani
- Tiga tuntutan utama: tarif adil, sanksi aplikator, hapus tarif murah
- Dishub Jatim siap kawal aturan tarif hingga jadi perda
- Surat imbauan dilayangkan ke Gojek dan InDrive
- Pengendara diminta hindari jalur tengah kota

















