Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHEKONOMI & BISNISPERISTIWA

Demo Sopir Truk di Surabaya Memanas! Protes Barcode MyPertamina & Kuota Solar, Distribusi Terancam

48
×

Demo Sopir Truk di Surabaya Memanas! Protes Barcode MyPertamina & Kuota Solar, Distribusi Terancam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Truk Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pertamina, Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya, Rabu (29/4/2026).

Aksi ini dipicu oleh keluhan terkait sistem barcode MyPertamina, pemblokiran kendaraan, serta pembatasan kuota solar subsidi yang dinilai menghambat operasional distribusi logistik.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Rombongan massa tiba secara bertahap, dengan gelombang pertama pukul 14.21 WIB dan disusul gelombang kedua pukul 14.50 WIB.

“Kami tidak menolak subsidi tepat sasaran, tapi sistemnya jangan menyulitkan sopir kecil,” tegas perwakilan aksi.

Keluhan Barcode dan Pemblokiran Kendaraan

Koordinator GSJT Jatim, Supriyono, mengungkapkan banyak sopir mengalami pemblokiran barcode secara tiba-tiba tanpa penjelasan.

“Tiba-tiba kendaraan diblokir tanpa sebab, sehingga sopir tidak bisa membeli solar subsidi,” ujarnya.

Kondisi ini membuat operasional angkutan terganggu dan berdampak langsung pada penghasilan sopir.

Kuota Solar Dinilai Tidak Realistis

Selain itu, pembatasan kuota BBM juga menjadi sorotan utama. Saat ini, sopir hanya mendapatkan sekitar 200 liter per hari, sementara kebutuhan riil bisa mencapai 300 hingga 400 liter.

“Kalau perjalanan jauh, kami harus berhenti dan menunggu hari berikutnya untuk isi BBM. Ini sangat merugikan,” jelas Supriyono.

Dampak Ekonomi Sopir

Para sopir menegaskan bahwa kebijakan tersebut berdampak pada ekonomi keluarga. Jika harus membeli BBM nonsubsidi, biaya operasional meningkat sementara tarif angkutan tidak mengalami penyesuaian.

“Kami tidak mau melanggar aturan, tapi jangan sampai kami tidak bisa bekerja,” tegasnya.

Tiga Tuntutan Utama

Dalam aksi tersebut, GSJT Jatim menyampaikan tiga tuntutan utama:

  1. Menghapus sistem barcode MyPertamina secara nasional
  2. Jika tetap diterapkan, harus ada regulasi yang lebih adil
  3. Menjamin ketersediaan BBM di luar Pulau Jawa

“Kalau sistem tetap ada, pastikan kami tetap bisa membeli BBM tanpa hambatan,” kata Supriyono.

Negosiasi dengan Pertamina

Hingga malam hari, aksi masih berlangsung dengan puluhan truk terparkir di sekitar lokasi. Perwakilan sopir melakukan negosiasi dengan pihak Pertamina yang dimediasi oleh aparat TNI dan Kepolisian.

Sekitar 30 orang dilaporkan terlibat dalam proses dialog yang berlangsung sejak pukul 16.30 WIB.

Ancaman terhadap Distribusi Logistik

Aksi ini menjadi sinyal serius bahwa distribusi logistik berpotensi terganggu jika permasalahan tidak segera diselesaikan.

“Jika sopir kesulitan BBM, maka distribusi barang juga akan terhambat,” menjadi kekhawatiran yang mencuat dalam aksi tersebut.

Kesimpulan

Demo sopir truk di Surabaya menyoroti persoalan krusial dalam distribusi BBM subsidi yang berdampak langsung pada sektor logistik nasional.

Pemerintah dan Pertamina diharapkan segera memberikan solusi konkret agar kebijakan subsidi tetap tepat sasaran tanpa merugikan pelaku usaha transportasi. (*)


Poin Utama Berita

  • Sopir truk demo di kantor Pertamina Surabaya
  • Protes sistem barcode MyPertamina dan pemblokiran kendaraan
  • Kuota solar subsidi dinilai tidak mencukupi kebutuhan
  • Sopir terpaksa berhenti operasi akibat keterbatasan BBM
  • Tiga tuntutan utama disampaikan GSJT Jatim
  • Negosiasi berlangsung hingga malam hari
  • Potensi gangguan distribusi logistik nasional
error: Content is protected !!