JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kembali memfasilitasi evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran. Pada tahap ketiga, sebanyak 45 WNI berhasil dipulangkan ke Tanah Air melalui jalur darat menuju Azerbaijan sebelum diterbangkan ke Jakarta.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamida, menegaskan bahwa evakuasi ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya yang telah dilakukan pada Maret 2026.
“Kemlu bersama KBRI Baku dan KBRI Tehran telah memfasilitasi evakuasi tahap ketiga sejumlah 45 WNI dari Iran,” ujar Heni dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Evakuasi Jalur Darat, Pertimbangkan Keamanan
Para WNI diberangkatkan dari Tehran pada 12 April 2026. Karena faktor keamanan dan logistik, proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat menuju Baku.
Dari Baku, para WNI diterbangkan ke Jakarta dalam tiga kloter:
- Kloter I: 14 orang (tiba 14 April)
- Kloter II: 9 orang (tiba 15 April)
- Kloter III: 9 orang (tiba 16 April)
Namun, hingga kini masih terdapat 13 Anak Buah Kapal (ABK) yang tertahan di Baku karena menunggu jadwal penerbangan lanjutan.
“Saat ini masih ada 13 ABK yang kita tampung di Baku untuk menunggu jadwal penerbangan selanjutnya,” jelas Heni.
Pemulangan ke Daerah Asal Dikawal Pemerintah
Setibanya di Indonesia, para WNI tidak langsung dipulangkan sendiri. Kemlu memastikan proses penanganan lanjutan melalui koordinasi lintas instansi.
“Setibanya di tanah air, para WNI kami serahterimakan ke Dinas Sosial dan Badan Penghubung Provinsi untuk dipulangkan ke daerah asal masing-masing,” tegasnya.
236 WNI Masih Bertahan di Iran
Berdasarkan data KBRI Tehran, sebanyak 236 WNI masih berada di Iran. Mayoritas merupakan pelajar yang tinggal di Kota Qom, selain pekerja migran dan ekspatriat.
Kemlu RI menegaskan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan keselamatan WNI melalui koordinasi intensif dengan perwakilan RI di luar negeri.
Diplomasi Presiden RI: Perkuat Kerja Sama Global
Di sisi lain, Kemlu RI juga memaparkan hasil kunjungan kerja Presiden RI ke Rusia dan Prancis pada 13–14 April 2026.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyebut lawatan ke Moskow menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis di sektor ekonomi, energi, dan teknologi.
“Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap keanggotaan Indonesia dalam BRICS,” ujarnya.
Selain itu, Rusia mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam forum internasional di Kazan serta pameran industri “Innoprom” di Yekaterinburg.
Kunjungan ke Paris: Fokus Pertahanan dan Stabilitas Global
Kunjungan dilanjutkan ke Paris, di mana Presiden RI bertemu dengan Presiden Prancis untuk memperkuat kemitraan strategis.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan fokus kerja sama mencakup sektor pertahanan, energi, hingga pendidikan.
“Kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama pertahanan, termasuk riset bersama dan transfer teknologi,” jelas Yvonne.
Selain itu, kedua negara juga menyoroti pentingnya deeskalasi konflik di Timur Tengah melalui jalur diplomasi damai.
“Indonesia dan Prancis sepakat mendorong deeskalasi sebagai solusi konflik di Timur Tengah,” pungkasnya. (*)
Poin Utama Berita
- 45 WNI berhasil dievakuasi dari Iran melalui Azerbaijan
- 13 ABK masih tertahan di Baku menunggu jadwal penerbangan
- Evakuasi dilakukan via jalur darat karena faktor keamanan
- 236 WNI masih berada di Iran, mayoritas pelajar di Qom
- Kemlu pastikan pemulangan WNI hingga ke daerah asal
- Presiden RI kunjungi Rusia dan Prancis, hasilkan kerja sama strategis
- Fokus kerja sama: ekonomi, energi, teknologi, hingga pertahanan
- Indonesia dorong deeskalasi konflik Timur Tengah melalui diplomasi

















