Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Setahun Terisolasi Akibat Jembatan Putus, Warga Ponorogo Akhirnya Bernapas Lega: Akses 3 Dukuh Kembali Normal

32
×

Setahun Terisolasi Akibat Jembatan Putus, Warga Ponorogo Akhirnya Bernapas Lega: Akses 3 Dukuh Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PONOROGO | Sentrapos.co.id — Setelah hampir satu tahun terisolasi akibat jembatan putus diterjang banjir, warga di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo akhirnya kembali menikmati akses normal. Dua jembatan vital yang sebelumnya rusak kini telah diperbaiki dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kerusakan jembatan terjadi sepanjang 2025 akibat derasnya arus banjir yang menghantam wilayah tersebut. Dua titik terdampak berada di Dukuh Mingging dan Dukuh Mijil.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kepala Desa Grogol, Jalu Prasetyo, mengungkapkan bahwa jembatan di Dukuh Mingging putus total menjelang Lebaran 2025, sementara jembatan di Dukuh Mijil mengalami kerusakan serius pada bagian pondasi.

“Ada dua jembatan yang putus akibat banjir. Yang di Mingging putus total, sementara di Mijil pondasinya tergerus hingga mengalami penurunan,” jelas Jalu, Senin (27/4/2026).

Akses Lumpuh, Warga Terisolasi Setahun

Selama jembatan rusak, aktivitas warga di tiga dukuh—Tandan, Gombak, dan Mingging—terdampak signifikan. Akses kendaraan roda empat terputus total, sementara roda dua hanya bisa melintas melalui jembatan darurat berbahan bambu.

Warga setempat, Boyani, mengungkapkan kondisi sulit yang harus mereka hadapi selama satu tahun terakhir.

“Selama satu tahun aktivitas terganggu. Kami hanya bisa pakai jembatan bambu untuk motor. Mobil sama sekali tidak bisa lewat,” ujarnya.

Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan distribusi logistik.

Jembatan Darurat Rampung, Mobilitas Kembali Lancar

Kini, pembangunan jembatan darurat telah selesai dilakukan. Akses transportasi kembali normal dan warga dapat beraktivitas tanpa hambatan berarti.

“Sekarang sudah selesai. Roda dua dan roda empat sudah bisa lewat. Akses sudah lancar kembali,” tambah Boyani.

Bagian dari Program Jembatan Presisi

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi, yang digagas sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat.

“Dari empat jembatan yang dibangun, tiga sudah selesai dan satu masih dalam proses. Ini bagian dari upaya membantu mobilitas warga,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan hasil sinergi antara Polri dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat.

Infrastruktur Vital, Harus Jadi Prioritas

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana. Jembatan sebagai akses utama harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.

Dengan pulihnya akses di Desa Grogol, diharapkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan optimal tanpa hambatan. (*detik.com)


Poin Utama Berita

  • Dua jembatan di Ponorogo putus akibat banjir sepanjang 2025
  • Warga tiga dukuh sempat terisolasi selama satu tahun
  • Akses kendaraan roda empat lumpuh total, hanya jembatan bambu untuk motor
  • Jembatan darurat kini telah selesai dan dapat dilalui semua kendaraan
  • Pembangunan bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi
  • Sinergi Polri dan Pemda percepat pemulihan akses warga
error: Content is protected !!