SOLO | Sentrapos.co.id — Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), merespons santai pernyataan Jusuf Kalla (JK) yang menyinggung perannya dalam perjalanan politik Jokowi hingga menjadi presiden.
Alih-alih membalas secara konfrontatif, Jokowi memilih bersikap rendah hati saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026).
“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ujar Jokowi dengan nada tenang.
Pernyataan tersebut menjadi respons Jokowi atas komentar JK yang sebelumnya mengklaim memiliki peran besar dalam mengantarkan dirinya ke panggung politik nasional hingga kursi kepresidenan.
Jokowi Enggan Berpolemik
Saat disinggung lebih lanjut terkait pernyataan JK yang juga menyinggung kondisi negara, Jokowi tidak memberikan tanggapan panjang.
“Yang menilai bukan saya,” katanya singkat.
Sikap ini menunjukkan Jokowi memilih tidak memperpanjang polemik di ruang publik, meski pernyataan JK memicu perhatian luas.
JK Bantah Tuduhan dan Ungkit Peran Politik
Sebelumnya, JK menyampaikan kekesalannya terkait tudingan yang menyeret namanya dalam isu dugaan pendanaan terkait polemik ijazah palsu Jokowi.
“Saya dituduh kasih Rp5 miliar. Mana saya kasih? Ketemu saja tidak tahu, kenal pun tidak,” tegas JK.
Dalam pernyataan tersebut, JK juga menyinggung perannya dalam perjalanan politik Jokowi.
“Jokowi jadi presiden karena saya,” ujar JK.
Pernyataan itu sontak memicu perbincangan publik, mengingat relasi politik keduanya yang pernah terjalin dalam pemerintahan.
Dinamika Elite Politik Jadi Sorotan
Pernyataan saling respons antara dua tokoh nasional ini menjadi sorotan publik, terutama dalam konteks dinamika elite politik Indonesia.
Meski demikian, sikap Jokowi yang memilih meredam polemik dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas komunikasi politik di ruang publik. (*)
Poin Utama Berita
- Jokowi merespons santai pernyataan Jusuf Kalla
- Jokowi menyebut dirinya “bukan siapa-siapa”
- Enggan memperpanjang polemik politik di publik
- JK bantah tudingan terkait isu ijazah palsu
- JK klaim berperan dalam perjalanan politik Jokowi
- Pernyataan keduanya picu perhatian publik nasional

















