Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNISPENDIDIKAN & KESEHATAN

Kemenperin Perkuat SDM Manufaktur Nasional, Gandeng MNC University Cetak Talenta Vokasi Siap Kerja Global

21
×

Kemenperin Perkuat SDM Manufaktur Nasional, Gandeng MNC University Cetak Talenta Vokasi Siap Kerja Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat struktur industri manufaktur nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.

Langkah strategis tersebut dijalankan melalui peran aktif Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) sebagai ujung tombak penguatan pendidikan vokasi industri di Indonesia.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sektor manufaktur selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga membutuhkan dukungan tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tantangan industri modern.

Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Penguatan pendidikan vokasi sebagai prioritas nasional menjadi fondasi penting dalam pembangunan SDM industri. Lulusan vokasi harus memiliki kompetensi tinggi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Menperin Agus Gumiwang, Minggu (26/4/2026).

Untuk memastikan terwujudnya konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, Kemenperin terus memperluas kerja sama strategis dengan berbagai pihak, baik dalam negeri maupun internasional.

Saat ini, melalui BPSDMI, pengembangan pendidikan vokasi industri dilakukan di 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tersebar di berbagai daerah.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, BPSDMI resmi menjalin sinergi dengan MNC University melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada 21 April 2026.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menilai perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam mencetak tenaga ahli yang dibutuhkan sektor manufaktur dan berbagai industri strategis lainnya.

“Perguruan tinggi memiliki peran sebagai motor inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memberikan dampak positif,” ungkap Doddy.

MNC University sendiri merupakan institusi pendidikan di bawah naungan MNC Group, dengan sistem pembelajaran yang terintegrasi langsung dengan dunia industri.

Kampus tersebut terhubung dengan puluhan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari media dan hiburan, jasa keuangan, pariwisata dan perhotelan, hingga investasi energi.

Rektor MNC University Dendi Pratama menjelaskan, kerja sama ini mencakup penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga peningkatan kapasitas SDM melalui seminar, workshop, pelatihan kompetensi, dan program magang industri.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Mahasiswa harus memiliki kesiapan kerja yang nyata, bukan hanya kuat secara teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri secara langsung,” jelas Dendi.

Selain itu, kedua institusi juga akan melakukan promosi bersama untuk meningkatkan visibilitas program pendidikan vokasi industri sekaligus memperluas kontribusi dalam mencetak SDM unggul nasional.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari menilai sinergi ini memiliki potensi besar karena kedua pihak sama-sama memiliki pengalaman kuat dalam pengembangan pendidikan berbasis industri.

Ia menegaskan, Kemenperin memiliki rekam jejak kuat dalam pendidikan vokasi terapan, sementara MNC University dikenal adaptif dan inovatif dalam menjawab kebutuhan industri modern.

Sebagai bagian dari langkah konkret tersebut, Kemenperin juga tengah membuka pendaftaran peserta didik baru melalui program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026, yang dapat diakses hingga Mei 2026 melalui laman resmi yang telah disediakan.

Program ini diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya generasi baru tenaga kerja industri Indonesia yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat global. (*)


Poin Utama Berita

  • Kemenperin memperkuat SDM industri manufaktur nasional melalui pendidikan vokasi
  • Menperin Agus Gumiwang menegaskan vokasi menjadi prioritas nasional
  • BPSDMI menjadi ujung tombak pengembangan SDM industri
  • Saat ini vokasi industri dikembangkan di 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK
  • BPSDMI resmi menjalin kerja sama strategis dengan MNC University
  • Kerja sama fokus pada pendidikan, penelitian, pengabdian, dan magang industri
  • Mahasiswa didorong memiliki kesiapan kerja yang sesuai kebutuhan industri
  • Kemenperin membuka pendaftaran JARVIS Bersama 2026 hingga Mei
error: Content is protected !!