Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHEKONOMI & BISNISPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Program MBG Dongkrak Ekonomi Pati, Lele hingga Bandeng Laris Diserap Dapur Gizi Gratis

9
×

Program MBG Dongkrak Ekonomi Pati, Lele hingga Bandeng Laris Diserap Dapur Gizi Gratis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PATI | Sentrapos.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, khususnya pada sektor perikanan dan pelaku UMKM lokal.

Permintaan bahan pangan yang terus meningkat dari dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat hasil budidaya masyarakat seperti lele, bandeng, dan nila semakin terserap secara konsisten.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kondisi ini tidak hanya menciptakan kepastian pasar bagi pembudidaya ikan, tetapi juga mendorong naiknya harga komoditas di tingkat pelaku usaha.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyebut program MBG membawa manfaat besar bagi UMKM dan masyarakat lokal.

Menurutnya, pemerintah daerah sejak awal telah mendorong agar seluruh dapur SPPG memprioritaskan pembelian bahan baku dari pedagang dan pelaku usaha di wilayah Kabupaten Pati.

“Dengan adanya program ini banyak UMKM terbantu. Kami juga menyarankan SPPG untuk membeli produk-produk UMKM atau pedagang di Kabupaten Pati, dan ternyata manfaatnya sangat besar,” ujar Risma, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan permintaan dari dapur MBG membuat hasil budidaya ikan masyarakat terserap lebih maksimal, bahkan berdampak langsung pada kenaikan harga jual komoditas.

Harga lele yang sebelumnya berada di bawah Rp20 ribu per kilogram kini mengalami peningkatan yang signifikan. Hal serupa juga terjadi pada komoditas tambak seperti bandeng.

“Harganya sudah bagus. Ini bukti UMKM di Pati mendapatkan manfaat luar biasa,” ucap Risma.

Dengan adanya permintaan yang stabil dan berkelanjutan, para pelaku usaha perikanan kini memiliki kepastian pasar yang lebih jelas.

Hal ini mendorong peningkatan produksi budidaya lele, bandeng, dan nila sekaligus memperkuat roda ekonomi lokal di tingkat desa hingga kecamatan.

Selain dampak ekonomi, Pemerintah Kabupaten Pati juga memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG agar kualitas layanan tetap terjaga.

Pengawasan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah.

Bahkan, Risma turun langsung meninjau operasional SPPG Ketitang Wetan I di Kecamatan Batangan sejak dini hari untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.

“SPPG ini menjadi salah satu percontohan di Kabupaten Pati. Fasilitasnya sudah memenuhi standar, dan kami juga sudah mencoba langsung menunya,” katanya.

Seiring dengan perluasan program nasional MBG, jumlah dapur SPPG di Kabupaten Pati terus bertambah secara signifikan.

Saat ini, sekitar 156 SPPG telah beroperasi, sementara puluhan lainnya masih dalam tahap persiapan dengan total cakupan layanan mencapai sekitar 314 ribu siswa.

Pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan monitoring rutin agar program berjalan optimal, transparan, dan bebas dari potensi penyimpangan.

“Kami minta setiap kecamatan melakukan monitoring harian, termasuk sidak tanpa pemberitahuan, untuk memitigasi berbagai potensi masalah,” tutur Risma.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan awal pelaksanaan program MBG yang dinilai telah diterima baik oleh masyarakat.

“Program ini diterima dengan baik oleh masyarakat Pati. Kami akan terus mengawal agar berjalan lancar,” pungkasnya.

Program MBG kini tidak hanya menjadi solusi pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah yang memberi dampak langsung bagi UMKM, petani, dan pembudidaya ikan lokal. (*)


Poin Utama Berita

  • Program MBG meningkatkan permintaan bahan pangan lokal di Kabupaten Pati
  • Lele, bandeng, dan nila menjadi komoditas yang paling banyak terserap
  • Dapur SPPG memprioritaskan pembelian dari UMKM dan pedagang lokal
  • Harga lele dan bandeng mengalami kenaikan akibat permintaan stabil
  • Plt Bupati Pati menyebut program MBG sangat membantu ekonomi masyarakat
  • Saat ini terdapat 156 dapur SPPG yang telah beroperasi
  • Total jangkauan program mencapai sekitar 314 ribu siswa
  • Pemkab Pati melakukan sidak rutin untuk menjaga kualitas pelaksanaan program
error: Content is protected !!