Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWASHOWBIZ

Mantan Artis Jadi Tersangka Love Scamming Internasional, Berperan Sebagai Model Video Call untuk Yakinkan Korban Investasi

80
×

Mantan Artis Jadi Tersangka Love Scamming Internasional, Berperan Sebagai Model Video Call untuk Yakinkan Korban Investasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Polda Jateng Bongkar Peran Tersembunyi Eks Artis dalam Jaringan Penipuan Daring Global, FBI Turut Dilibatkan karena Korban Mayoritas Warga AS

SOLO | Sentrapos.co.id – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah mengungkap fakta baru dalam kasus penipuan daring (online scam) jaringan internasional yang beroperasi di kawasan Solo Baru. Seorang wanita berinisial F, yang diketahui merupakan mantan artis, resmi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memiliki peran penting dalam meyakinkan korban untuk berinvestasi dalam skema penipuan yang dijalankan sindikat tersebut.

Perempuan tersebut bukan bertugas sebagai pencari korban, melainkan berperan sebagai model video call yang ditampilkan kepada calon korban ketika proses pendekatan memasuki tahap akhir.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Menurut penyidik, kehadiran tersangka digunakan untuk membangun kepercayaan korban sebelum mereka memutuskan menyetor dana ke investasi yang ditawarkan jaringan tersebut.

Berperan sebagai “Pemanis” untuk Menggaet Korban

Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Himawan Susanto Saragih, menjelaskan bahwa jaringan penipuan memiliki pembagian tugas yang terstruktur.

Tim pemasaran atau marketing terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada calon korban melalui berbagai platform digital. Setelah korban mulai tertarik namun belum sepenuhnya yakin, model kemudian dimunculkan dalam komunikasi melalui video call.

“Model yang kami amankan bertugas melayani panggilan video sesuai kebutuhan dan keinginan korban. Peran tersebut digunakan untuk meyakinkan korban sebelum mengambil keputusan investasi yang ditawarkan oleh pelaku lainnya,” ujar Kombes Himawan Susanto Saragih dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

Penyidik menyebut kehadiran model dalam komunikasi daring menjadi bagian dari strategi psikologis untuk meningkatkan rasa percaya korban terhadap jaringan tersebut.

Dalam praktiknya, korban yang semula berinteraksi dengan tim pemasaran akan diarahkan berkomunikasi dengan model agar merasa lebih dekat dan nyaman sebelum melakukan transfer dana.

“Saat korban membutuhkan keyakinan tambahan, yang ditampilkan bukan lagi marketing, melainkan model. Tujuannya agar korban segera melakukan investasi sesuai penawaran yang telah diberikan,” tegas Himawan.

FBI Turut Dilibatkan dalam Pengusutan

Kasus ini mendapat perhatian khusus karena memiliki dimensi lintas negara.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mayoritas korban yang menjadi sasaran jaringan tersebut merupakan warga negara Amerika Serikat.

Karena itu, Polda Jawa Tengah memutuskan menjalin kerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk memperdalam penyelidikan dan mengumpulkan informasi dari para korban yang berada di luar negeri.

“Karena sebagian besar korban berasal dari Amerika Serikat, kami akan berkolaborasi dengan FBI untuk pendalaman lebih lanjut. Kerja sama ini penting guna memperoleh informasi tambahan dari para korban yang berada di sana,” jelas Himawan.

Hingga saat ini, penyidik mencatat sedikitnya 133 korban telah teridentifikasi dalam perkara tersebut.

Jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya proses penyidikan dan identifikasi korban lainnya.

Modus Love Scamming dan Investasi Palsu Jadi Senjata Sindikat

Berdasarkan hasil pendalaman, jaringan ini menggunakan kombinasi modus love scamming dan investasi palsu untuk menjebak korbannya.

Pelaku membangun hubungan emosional dengan korban melalui komunikasi intensif secara daring sebelum akhirnya menawarkan investasi yang diklaim menguntungkan.

Ketika korban mulai percaya, mereka diarahkan untuk menyetorkan sejumlah dana ke rekening yang telah ditentukan.

Dalam banyak kasus serupa, korban baru menyadari menjadi sasaran penipuan setelah tidak dapat menarik kembali dana yang telah disetorkan.

“Jaringan seperti ini memanfaatkan manipulasi psikologis dan hubungan emosional untuk mendapatkan kepercayaan korban sebelum melakukan penipuan finansial,” ungkap sumber penyidik.

Kasus Serupa Juga Terungkap di Tangerang

Pengungkapan jaringan di Solo Baru terjadi tidak lama setelah Direktorat Jenderal Imigrasi membongkar sindikat kejahatan siber internasional di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 27 warga negara asing (WNA) diamankan karena diduga terlibat dalam aktivitas penipuan daring lintas negara dengan modus serupa.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, mengatakan pengungkapan berawal dari proses profiling dan pendalaman intelijen terhadap sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi pusat aktivitas sindikat internasional.

“Tim bergerak ke lokasi yang telah dipetakan dan mengamankan sejumlah warga negara asing yang diduga sedang menjalankan aktivitas mencurigakan terkait kejahatan siber internasional,” kata Yuldi.

Kasus yang menjerat mantan artis berinisial F ini menjadi bukti bahwa jaringan kejahatan siber kini semakin kompleks dan melibatkan berbagai peran, termasuk figur yang digunakan untuk membangun kepercayaan korban.

Penyidik memastikan proses pengembangan kasus masih terus dilakukan guna mengungkap seluruh aktor yang terlibat dalam jaringan internasional tersebut. (*)

Poin Utama Berita

  • Mantan artis berinisial F ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan daring internasional.
  • Tersangka berperan sebagai model video call untuk meyakinkan korban berinvestasi.
  • Jaringan penipuan beroperasi dari kawasan Solo Baru dan menyasar korban lintas negara.
  • Polda Jateng mengungkap model digunakan untuk meningkatkan kepercayaan korban.
  • Sedikitnya 133 korban telah teridentifikasi dalam kasus tersebut.
  • Mayoritas korban berasal dari Amerika Serikat.
  • Polda Jawa Tengah menggandeng FBI untuk memperdalam penyelidikan.
  • Modus yang digunakan merupakan kombinasi love scamming dan investasi palsu.