Menkomdigi: Ekonomi Digital Indonesia Tembus US$100 Miliar, Ditargetkan Melonjak Jadi US$360 Miliar pada 2030
JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan kini telah mencapai sekitar US$100 miliar, menjadikannya sebagai ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN.
Menurut Meutya, capaian tersebut menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk mengejar proyeksi nilai ekonomi digital hingga US$360 miliar pada tahun 2030, dengan syarat seluruh potensi nasional mampu dimanfaatkan secara optimal.
“Indonesia telah menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN dengan nilai sekitar US$100 miliar atau hampir sepertiga dari total ekonomi digital kawasan. Namun, besarnya angka tidak otomatis berarti kekuatan yang sesungguhnya,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).
Penetrasi Internet Jadi Modal Utama Transformasi Digital
Meutya menjelaskan, salah satu kekuatan terbesar Indonesia adalah tingginya jumlah pengguna internet yang terus bertambah setiap tahun.
Dari total sekitar 281 juta penduduk Indonesia, sebanyak 220 juta orang telah terhubung ke internet. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara.
Selain itu, Indonesia juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dengan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) mencapai sekitar US$55 miliar pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, kombinasi antara jumlah penduduk, penetrasi internet, dan iklim investasi menjadi modal strategis dalam mempercepat transformasi digital nasional.
“Modal terbesar Indonesia bukan hanya jumlah penduduk, tetapi juga semakin luasnya akses internet yang membuka peluang ekonomi baru di berbagai sektor.”
Transformasi Digital Dorong UMKM dan Nelayan Naik Kelas
Meutya menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mencontohkan para nelayan kini dapat menjual hasil tangkapannya langsung kepada konsumen melalui platform digital tanpa harus bergantung pada banyak perantara.
Begitu pula pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang kini memiliki kesempatan memperluas pasar hingga tingkat nasional bahkan internasional melalui ekosistem digital.
“Nelayan kini bisa menjual hasil tangkapan langsung ke pasar melalui aplikasi dan memperoleh pendapatan yang lebih besar. Produsen kecil juga mampu menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia bahkan kawasan tanpa perantara. Inilah makna sebenarnya dari transformasi digital,” jelas Meutya.
Target 2030 Butuh Kolaborasi dan Inovasi
Menkomdigi menilai proyeksi ekonomi digital sebesar US$360 miliar pada 2030 hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan mampu memperkuat kolaborasi.
Pemerintah, dunia usaha, industri teknologi, pelaku UMKM, akademisi, hingga masyarakat diharapkan terus meningkatkan literasi digital, memperluas inovasi, serta mempercepat pembangunan infrastruktur digital secara merata.
Dengan strategi tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
“Transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, melainkan tentang menciptakan peluang ekonomi, memperluas kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.” (*)
Poin Utama Berita
- Menkomdigi Meutya Hafid menyebut ekonomi digital Indonesia telah mencapai sekitar US$100 miliar.
- Indonesia kini menjadi ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN.
- Nilai ekonomi digital diproyeksikan meningkat hingga US$360 miliar pada tahun 2030.
- Sebanyak 220 juta masyarakat Indonesia telah mengakses internet.
- Indonesia mencatat investasi asing langsung sekitar US$55 miliar.
- Transformasi digital dinilai memberikan manfaat nyata bagi nelayan, UMKM, dan pelaku usaha.
- Pemerintah mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

















