Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISHEADLINE NEWS | PILIHAN EDITORNASIONALPERISTIWA

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi di Hari Lahir Pancasila: Indonesia Kaya Raya, Tapi Sudahkah Rakyat Merasakan Kemakmurannya?

51
×

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi di Hari Lahir Pancasila: Indonesia Kaya Raya, Tapi Sudahkah Rakyat Merasakan Kemakmurannya?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pertumbuhan ekonomi nasional harus dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat. Meski Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah dan mulai mencapai swasembada pangan, pemerintah diminta memastikan hasil pembangunan benar-benar bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

JAKARTA | Sentrapos.co.id

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti pentingnya pemerataan hasil pembangunan ekonomi dalam pidatonya saat Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengakui bahwa perekonomian Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa dekade terakhir. Namun, ia mempertanyakan apakah hasil pertumbuhan tersebut telah benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi atas tantangan besar bangsa Indonesia dalam mewujudkan keadilan sosial sebagaimana amanat sila kelima Pancasila.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sesungguhnya memiliki modal besar untuk menjadi negara maju. Berbagai sumber daya alam strategis yang dimiliki Indonesia saat ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam persaingan ekonomi global.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar berbagai komoditas penting yang sangat dibutuhkan dunia modern dan industri teknologi tinggi.

“Kita salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi,” ujar Prabowo.

Presiden kemudian merinci sejumlah komoditas unggulan nasional yang menjadi kekuatan Indonesia di pasar internasional, mulai dari tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, hingga nikel yang saat ini menjadi komponen penting dalam industri kendaraan listrik dan teknologi energi terbarukan.

Selain itu, Indonesia juga dikenal sebagai produsen utama kelapa sawit, batu bara, serta berbagai komoditas pertanian strategis lainnya.

Indonesia Klaim Makin Kuat di Sektor Pangan

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung capaian sektor pangan nasional yang menurutnya menunjukkan perkembangan positif. Ia menyebut Indonesia saat ini telah berada pada posisi yang lebih siap dibandingkan sejumlah negara lain yang masih menghadapi tantangan ketahanan pangan.

“Dan sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap,” kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa kekayaan alam dan berbagai capaian pembangunan tidak akan memiliki arti apabila manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat luas.

Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa Indonesia adalah memastikan seluruh kekayaan nasional dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya akan terus berupaya mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Momentum Hari Lahir Pancasila, lanjut Prabowo, harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperjuangkan keadilan sosial, pemerataan ekonomi, serta memastikan pembangunan nasional memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)


Poin Utama Berita

  • Prabowo mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah dirasakan seluruh rakyat secara adil.
  • Pernyataan disampaikan saat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Jakarta.
  • Presiden menyoroti masih adanya tantangan pemerataan hasil pembangunan.
  • Indonesia disebut memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dan strategis.
  • Komoditas unggulan Indonesia meliputi nikel, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, kelapa sawit, dan batu bara.
  • Prabowo mengklaim Indonesia kini telah mencapai kondisi swasembada pangan yang lebih kuat dibanding banyak negara lain.
  • Pemerintah berkomitmen agar kekayaan nasional dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
  • Pidato Prabowo menegaskan relevansi sila ke-5 Pancasila tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.