Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNISPERISTIWA

Misi Dagang Jatim–Kalteng Tembus Rp2,08 Triliun, Khofifah: Bukti Kuat Sinergi Ekonomi Antarwilayah

26
×

Misi Dagang Jatim–Kalteng Tembus Rp2,08 Triliun, Khofifah: Bukti Kuat Sinergi Ekonomi Antarwilayah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Misi dagang dan investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Kalimantan Tengah mencatat capaian signifikan. Hingga pukul 17.00 WIB di Palangka Raya, total komitmen transaksi menembus Rp2,082 triliun.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut capaian ini sebagai bentuk nyata sinergi ekonomi antarwilayah yang saling menguatkan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Ini sinergi yang sangat baik. Dari business matching yang dilakukan, terlihat bahwa kebutuhan kedua daerah ini saling melengkapi dan membuka peluang kerja sama yang luas. Alhamdulillah transaksi misi dagang di Kalimantan Tengah ini menembus Rp2,082 triliun lebih,” ujar Khofifah.

Menurutnya, misi dagang merupakan langkah konkret dalam mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan pasar, sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan domestik melalui skema business matching antara penjual (seller) dan pembeli (buyer).

“Kita semua punya kekuatan. Maka mari tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama dan sukses bersama. Kuncinya adalah sinergi yang terus kita jaga,” tegasnya.

Khofifah merinci, nilai transaksi tersebut terdiri dari penjualan Jawa Timur sebesar Rp1,798 triliun, pembelian Rp193,55 miliar, serta komitmen investasi Rp90 miliar.

Komoditas yang diperdagangkan meliputi sektor strategis seperti peternakan, perikanan, pertanian, hingga industri olahan. Sementara itu, Jawa Timur juga memperoleh pasokan dari Kalimantan Tengah, antara lain udang vaname, kayu bulat, dan rotan.

Kerja sama investasi diarahkan pada sejumlah sektor potensial, termasuk pembangunan pabrik gula merah tebu, pertambangan, serta budidaya ikan patin sungai.

“Kita ingin memastikan setiap pertemuan menghasilkan nilai tambah, ada transaksi, ada kemitraan, dan ada keberlanjutan kerja sama. Ini bagian dari menjahit NKRI dan menjahit kenusantaraan,” lanjut Khofifah.

Sepuluh transaksi terbesar berasal dari sektor strategis, di antaranya produk peternakan senilai Rp1,21 triliun per tahun, pupuk organik cair Rp227,25 miliar untuk lima tahun, industri hasil tembakau Rp163,74 miliar per tahun, serta kehutanan Rp145,65 miliar per tahun.

Selain itu, terdapat sektor perikanan Rp100,74 miliar per tahun, investasi pabrik gula merah Rp46 miliar per tahun, perdagangan udang vaname Rp42,5 miliar per tahun, investasi pertambangan emas rakyat Rp24 miliar per tahun, budidaya ikan patin Rp20 miliar per tahun, serta bawang merah Rp16,8 miliar untuk dua tahun.

Dari sisi makro ekonomi, Jawa Timur menunjukkan performa solid. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,85 persen (yoy), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,39 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp3.403,17 triliun.

Kontribusi Jawa Timur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat 14,40 persen, serta 25,29 persen terhadap PDRB Pulau Jawa. Struktur ekonomi didominasi sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.

Di sektor perdagangan eksternal, Jawa Timur mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp167,53 triliun pada 2025, sementara perdagangan antarwilayah mencapai Rp333,83 triliun.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyambut positif misi dagang ini sebagai momentum strategis memperkuat kerja sama lintas daerah.

“Kegiatan ini kami pandang sebagai pintu gerbang bersama yang lebih luas, tidak hanya aspek perdagangan, tapi juga investasi, hilirisasi industri, dan penguatan rantai pasok antar daerah,” ujarnya.

Sejak 2019 hingga 2026, Pemprov Jawa Timur telah melaksanakan 51 misi dagang di 29 provinsi dengan total nilai komitmen transaksi mencapai Rp38,32 triliun. (*)


Poin Utama Berita

  • Misi dagang Jatim–Kalteng capai Rp2,082 triliun
  • Penjualan Jatim dominan Rp1,798 triliun
  • Sektor utama: peternakan, pertanian, perikanan, industri
  • Investasi diarahkan ke gula merah, tambang, dan perikanan
  • Ekonomi Jatim 2025 tumbuh 5,85%, di atas nasional
  • Misi dagang jadi strategi penguatan ekonomi domestik
error: Content is protected !!