JAKARTA | Sentrapos.co.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa Israel dan Amerika Serikat kini berada dalam satu garis tujuan strategis dalam menghadapi Iran. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Netanyahu mengungkapkan adanya koordinasi erat antara Israel dan Washington, khususnya terkait isu nuklir Iran dan stabilitas kawasan.
“Tujuan Amerika Serikat dan tujuan kami sendiri identik,” tegas Netanyahu, Kamis (16/4/2026).
Ia juga menyebut bahwa komunikasi antara kedua negara terus berjalan intensif, termasuk dalam pertukaran informasi terkait perkembangan hubungan dengan Iran.
Fokus Utama: Program Nuklir Iran
Netanyahu menegaskan bahwa salah satu target utama adalah menghentikan ambisi nuklir Iran. Ia menuntut langkah konkret dari Teheran untuk menghapus kemampuan pengayaan uranium.
“Kami ingin melihat material yang diperkaya dikeluarkan dari Iran dan kemampuan pengayaan dihapus,” ujarnya.
Selain itu, Israel dan AS juga mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini terganggu akibat konflik.
Selat Hormuz Jadi Kepentingan Global
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan ini berdampak langsung pada stabilitas harga energi global.
Netanyahu menekankan pentingnya membuka kembali jalur tersebut demi menjaga kelancaran perdagangan internasional.
“Kami ingin melihat Selat Hormuz dibuka kembali,” tegasnya.
Target Baru: Hizbullah dan Lebanon
Selain Iran, Netanyahu juga menyoroti agenda strategis Israel di Lebanon, khususnya terkait kelompok Hizbullah.
Ia menyebut pembubaran Hizbullah sebagai salah satu tujuan utama dalam pembicaraan dengan pemerintah Lebanon—yang menjadi kontak langsung pertama dalam beberapa dekade terakhir.
“Ada dua tujuan utama: pembubaran Hizbullah dan perdamaian berkelanjutan yang dicapai melalui kekuatan,” ujarnya.
Kritik dan Kepentingan Politik
Pernyataan Netanyahu juga muncul di tengah kritik domestik yang mempertanyakan manfaat konflik Iran terhadap stabilitas pemerintahannya.
Namun, ia mengklaim bahwa langkah-langkah yang diambil sejauh ini telah menunjukkan hasil positif dalam memperkuat posisi keamanan Israel.
Dampak Global hingga Indonesia
Fokus pada pembukaan Selat Hormuz dinilai memiliki dampak besar terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Gangguan jalur ini dapat memicu lonjakan harga energi dan mempengaruhi stabilitas ekonomi.
Dengan eskalasi yang terus meningkat, dunia kini menanti apakah koordinasi Israel-AS akan mampu meredam konflik atau justru memperluas ketegangan di kawasan. (*)
Poin Utama Berita
- Netanyahu tegaskan Israel dan AS satu tujuan lawan Iran
- Fokus utama: penghentian program nuklir Iran
- Dorongan pembukaan Selat Hormuz untuk stabilitas energi global
- Hizbullah jadi target strategis dalam pembicaraan dengan Lebanon
- Koordinasi Israel-AS semakin intens di tengah konflik
- Pernyataan muncul di tengah kritik domestik Netanyahu
- Dampak konflik berpotensi memicu krisis energi global

















